4 Proyek RSJ Terancam Tidak Penuhi Target

Proyek RSJ Terancam Tidak Penuhi Target
MASIH RENDAH : Beberapa Proyek di RSJ Mutiara Sukma progresnya masih rendah hingga saat ini, padahal tahun anggaran 2017 akan segera berakhir. (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Memasuki bulan November, masih banyak  proyek Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang jauh dari target. Terutama 4 paket proyek di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma yang progresnya hingga saat ini masih rendah.

Fakta tersebut diakui oleh Kepala Biro Bina Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Pemprov NTB, Swahip. “Minggu lalu saya sudah tinjau lapangan, saya rapat juga dengan Dirut RSJ langsung. Progresnya memang masih rendah,” ungkap Swahip kepada Radar Lombok, Senin kemarin (6/11).

Menurut Swahip, setelah melihat beberapa proyek di RSJ, dirinya langsung mengintruksikan agar mempercepat penyelesaiannya. Mengingat waktu yang tersisa sudah semakin pendek. Langkah yang bisa diambil seperti memperbanyak jumlah pekerja dan tetap dilanjutkan pada malam harinya.

Kontraktor pelaksana proyek juga telah dipanggil. Berdasarkan hasil komunikasi yang dibangun, pihak kontraktor optimis bisa menuntaskan proyek sebelum masa kontrak kerja habis. “Ada empat paket disana, saya sudah minta agar mereka kerja siang dan malam. Soalnya waktu yang tersisa sekitar tinggal 45 hari lagi,” ujarnya.

Diperjelas terkait 4 paket tersebut, Swahip tidak menyebutnya secara rinci. Namun batas kontrak kerja, ada yang sampai 8 Desember dan juga 21 Desember. Swahip hanya menegaskan, hingga saat ini belum ada proyek yang telah melewati batas kontak kerja. Untuk progres hingga saat ini, Swahip mengaku belum mendapatkan laporan. Namun dirinya juga optimis semua proyek bisa tuntas sesuai target. “Saya yakin kok akan selesai tepat waktu. Karena rangka baja, kusen dan lainnya sudah di lokasi. Kalau sekarang belum kita hitung berapa persen progresnya,” kata Swahip.

Pantauan Radar Lombok di lapangan, beberapa bangunan memang masih jauh dari harapan. Para pekerja terlihat sangat sibuk agar bisa mengejar target. Namun dengan kondisi saat ini, akan sulit menuntaskan beberapa proyek tersebut sesuai kontrak kerja dengan kualitas yang baik.

Direktur RSJ Mutiara Sukma, dr Elly Rosila Wijaya yang ditemui Radar Lombok ke ruangannya mengaku tengah sibuk mengurus pasien. “Saya di poli sedang periksa pasien,” jawabnya.

Beberapa proyek yang sedang berjalan di RSJ diantaranya pembangunan Bangsal Mandiri dengan nilai kontrak sebesar Rp 4,2 miliar. Jangka waktu kerja selama 120 hari yang dimulai tanggal 30 Agustus lalu. Pelaksana proyek yaitu PT Dipomulyo Mas dengan konsultan pengawas CV Mitra Cipta Nugraha.

Proyek berikutnya renovasi dan perluasan bangunan Anggrek dengan anggaran Rp 1,7 miliar. Pelaksana proyek yaitu CV Artha Kecening dengan kontrak kerja  selama 120 hari. Selanjutnya proyek pembangunan gedung untuk peningkatan sarana dan prasarana aparatur senilai Rp 3,2 miliar. Proyek tersebut bernomor kontrak 002/PPK/VCT.Nafza/RSJMS/2017 tertanggal 24 Agustus.

Saat dihubungi kembali Dirut RSJ dr Elly  mengaku proyek-proyek tersebut sudah teratasi. Apalagi diawasi langsung oleh Biro AP dan LPBJ. “Sekarang suha teratasi, langsung diawasi Biro AP. Untuk percepatan diperbanyak tukang dan lembur. Jadi untuk pekerjaan 2017, insya Allah rampung tepat waktu sebelum tahun anggaran selesai Desember ini,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Elly juga mencontohkan kinerja RSJ beberapa tahun terakhir. Berbagai masalah yang ada dalam prosesnya, bisa teratasi dengan baik dan tepat waktu. “Untuk 2018 tentu saja kami masih mmbutuhkan dana untuk rencana sesuai 2018. Saya ini lillahitaala, jauh-jauh datang dari kampung halaman saya untuk mengabdi di NTB,” tegasnya.

Dikatakan, dirinya merasa tenang bekerja di NTB. Elly meminta kerja sama semua pihak agar pembangunan di RSJ bisa berjalan lancar. “Bantu saya untuk bekerja degan tenang, saya lelah diusik. Sementara saya sungguh-sungguh bekerja. Saya sudah mulai tua, izinkan sisa energi saya untuk dimanfaatkan dengan hal yang lebih produktif untuk NTB Gemilang,” harapnya. (zwr)