4.300 Hektar Lahan Kering di NTB Ditanami Kayu Putih

MATARAM –  Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB menggandeng PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) melakukan penanaman bibit pohon kayu putih di areal seluas 4000 hektar yang ada di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Penanaman bibit pohon kayu putih ini diarahkan di wilayah lahan kering yang ada di Pulau Lombok.

“Penanaman bibit pohon kayu putih itu diarahkan di lahan kering di wilayah selatan Pulau Lombok. Pemilihan pohon kayu putih ini, karena memiliki nilai ekonomi dan juga bisa tahan di lahan kering dan berbatu, seperti di wilayah selatan Pulau Lombok,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB Madani Mukarram, Jumat (4/3).

Madani menyebut, penanaman bibit pohon kayu ptuih ini semuanya diarahkan untuk industri. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, yang asal menanam untuk hijau, tetapi sekarang polanya harus bisa memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat. 

“Kalau memberi manfaat, masyarakat tidak berkeinginan nebang. Kami di Pulau Sumbawa dan Lombok bagian wilayah selatan yang kritis dan kering berbatu cadas kita dorong menanam kayu putih dan sudah mulai berjalan sejak tahun 2021 lalu,” terang Madani.

Penanaman bibit pohon oleh PT AMNT merupakan sebuah keharusan sesuai dengan luas lahan kawasan hutan yang dijadikan tempat penambangan yang dipinjam pakai 7.400 hektare. PT AMNT memiliki kewajiban melakukan penghijauan atau rehabilitasi dengan melakukan penanaman pohon seluas 4000 hektar. PT AMNT melakukan penanaman pohon selama dua tahun, yakni 2021-2022 dan sudah terelisasi pada tahun 2021 seluas 600 hektar untuk pohon jenis kayu putih di wilayah selatan Lombok.

Selain PT AMNT,  kata Madani, untuk program penghijauan di wilayah Selatan Lombok dankawasan hutan gunung Rinjani, juga didukung bantuan dana dari APBN dengan luas lahan sasaran 300 hektar.

Sasaran penanaman pohon kayu putih, seperti  di wilayah Sekotong, Lombok Barat, kawasan hutan Sekaroh, Lombok Timur, kawasan hutan di wilayah Lombo Tengah bagian selatan, wilayah Pringgabaya, Sambelia, lingkar Rinjani untuk di Lombok Timur. Kemudian ada juga di wilayah Bayan, Lombok Utara.

“Di beberapa wilayah itu, tanaman pohon kayu putih bisa ditumpangsarikan dengan tanaman jagung. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan nilai ekonomi dari daun kayu putih dan juga tanaman jagung,” katanya.

Adapun alasan lebih memilih menanam pohon kayu putih, menurut Madani, karena memiliki kelebihan dibandingkan jenis pohon lainnya. Pohon kayu putih bisa tumbuh di lahan kering berbatuan, dan meski dahan dan rantingnya terbakar, selama akarnya tidak kena api, maka kayu putiih akan tetap hidup tumbuh. Selain itu, dari sisi ekonomi, masyarakat bisa memanen daunnya untuk dijadikan minyak kayu putih. Terlebih lagi sekarang di NTB sudah ada pabrik pengolahan minyak kayu putih dan permintaan daun pohon kayu putih juga cukup tinggi untuk memenuhi permintaan pabrik pembuataan minyak kayu putih di Pulau Jawa.

“Sekarang sudah ada 3 perusahaan di Lotim dan Loteng yang memperebutkan daun kayu putih. Jadi nilai ekonomi tanaman dari pohon kayu putih ini tinggi,” pungkasnya.  (luk)