4.292 Guru Honorer Lotim Diusulkan Ikut Seleksi P3k

Achmad Dewanto Hadi (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur mengusulkan 4.292 guru honorer untuk mengikuti tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI di tahun 2021 ini.

Kepala Dinas Dikbud Lotim Achmad Dewanto Hadi mengatakan, dari hasil pertemuan dengan seluruh Dinas Pendidikan se-Indonesia di Bali beberapa waktu lalu, pihaknya telah mengusulkan ribuan guru di Lombok Timur yang telah meyelesaikan input validasi data untuk mengikuti tes seleksi P3K pada tahun 2021 ini, dengan harapan semua yang diusulkan dapat diterima.“Untuk perekrutan tes seleksi guru P3K untuk Lotim diusulkan sebanyak 4.292 orang guru honorer,” sebut Hadi.

Dari beberapa formasi yang ada dalam berita acara pendataan formasi guru yang akan mengikuti seleksi P3K, pihak Disdikbud Lotim mengusulkan tenaga pendidik jenjang Sekolah Dasar (SD) sebanyak 3.169 tenaga pendidik. Sedangkan untuk tenaga pendidik jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Disdikbud usulkan 1.123 guru. “Itu jumlah guru yang kita usulkan, nantinya kita akan tunggu bagaimana regulasi selanjutnya dari Kemendikbud,”katanya.

Dari jumlah guru yang diusulkan oleh Disdikbud Lotim menjadi P3K tersebut, sudah sesuai dengan jumlah guru yang dibutuhkan di Lotim.Jumlah sekolah di Lotim untk jenjang Sekolah Dasar (SD) sebanyak 664 lembaga, kemudian SMP sebanyak 105 satuan pendidikan. Sementara itu, jumlah guru PNS dan honorer dari PAUD hingga SMP mencapai 17 ribu lebih. Dengan rincian untuk guru PNS sebanyak 5.407 orang, untuk honorer sebanyak 12. 218 orang, sehingga totalnya untuk guru PNS dan honorer mencapai 17.265 orang.

Menurut Hadi, dengan jumlah guru di Lombok Timur, antara guru PNS dan honorer, perbandingan kebutuhan akan tenaga pendidik masih jauh dari harapan. Dua komponen pendidikan di daerah ini masih harus di dukung, terutama tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan. “Sekitar 2.000 lebih guru honorer yang belum dapat mengikuti seleksi P3K,” sebutnya.

Kekurangan guru PNS tidak harus dipenuhi, tetapi, guru non PNS punya peran dan kontribusi yang besar akan kemajuan pendidikan.“Kalau sampai harus berpatokan pada guru PNS, maka ada ribuan rekrutmen yang harus dipersiapkan, tentunya ini cukup sulit,” ujar Hadi. (wan)