38 Desa di Lotim Terdampak Kekeringan

KEKERINGAN: Petugas menyalurkan air bersih ke warga yang terdampak kekeringan. Setidaknya ada 7 kecamatan di Lombok Timur mulai dilanda kekeringan di tahun 2022 ini.(Dok/Radar Lombok)

SELONG- Kekeringan mulai mengancam. Berdasarkan catatan, kekeringan melanda enam kecamatan di Lombok Timur memasuki musim kemarau tahun ini. Kekeringan ini menyebabkan terjadinya krisis air bersih.
Kecamatan yang dilanda kekeringan itu adalah Jerowaru, Keruak, Sambelia, Suela, Aikmel dan Lenek. Pemerintah kecamatan telah  mengajukan permintaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga. Kondisi ini menjadi atensi Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy, saat rakor dengan pimpinan OPD.

”Sejumlah kecamatan mulai melaporkan kekurangan air bersih,” kata Sukiman.
Sesuai peringatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), delapan kabupaten/kota di NTB berstatus siaga bencana kekeringan. Karenanya Sukiman  meminta BPBD segera mengirim air bersih di tujuh kecamatan dengan 38 desa terdampak tersebut.” Penyaluran bantuan air bersih ini supaya  segera dilaksanakan. Segala administrasi untuk mendukung kegiatan tersebut diharapkan sesegera mungkin dilengkapi,” pintanya.


Berbagai upaya dilakukan Pemkab Lombok Timur dalam upaya menanggulangi kekeringan . Salah satunya melalui   pembuatan sumur bor di sejumlah kecamatan yang rutin mengalami kekurangan air bersih seperti di wilayah selatan.” Di tahun 2022 ini Lombok Timur mendapat bantuan dari bank dunia untuk pemenuhan air bersih dengan dana sebesar Rp 151 miliar yang dibagi dalam dua tahapan. Bantuan tersebut diharapkan dapat mengatasi persoalan air bersih, sehingga tahun 2023 mendatang dropping air bersih tidak lagi diperlukan,” tandasnya.
Sementara itu kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur, Marhaban, mengaku optimis proyek penyediaan air bersih dengan dana bersumber bank dunia tersebut sudah dapat dimanfaatkan pada Januari 2023. Proyek ini kata dia, memang ada kendala yaitu berkaitan dengan  lokasi reservoir yang berada di lahan rawa. Hal itu menyebab  perencanaan lebih rincin atau detailed engineering desain (DED) harus dilakukan penyesuaian kembali.” Ketersediaan air bersih menjadi salah satu fokus Pemda Lotim di samping insfrastruktur seperti jalan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandas Marhaban.(lie)

Komentar Anda