370 Siswa Ikuti Festival Robot Internasional di Lombok

MATARAM—Even kepariwisataan Bulan Budaya Lombok Sumbawa (BBLS) 2016 yang dihelat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB selama sebulan penuh, 17 Agustus – 18 September 2016 telah dimulai. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Festival Robot Internasional, Rabu (17/8), yang diikuti oleh 370 siswa dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk diantaranya 30 peserta dari Malaysia dan Singapura.

“Festival Robot Internasional di Lombok ini merupakan kegiatan ke-5 yang digelar Komunitas Robotika Indonesia, setelah sebelumnya digelar di Bandung, Yogyakarta, Johor Baru (Malaysia) dan Kuala Lumpur (Malaysia). Untuk di Lombok, kami bekerjasama dengan Disbudpar NTB, sekaligus untuk memeriahkan kegiatan kepariwisataan NTB, Bulan Budaya Lombok Sumbawa,” kata Yudi Tri Wibowo, Ketua Panitia.

Mengapa Lombok dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan? “Kami tertarik karena Lombok saat ini dikenal dengan wisata halalnya. Dimana hal ini sinkron (sesuai) dengan tema besar kegiatan yang digelar Komunitas Robotika Indonesia, yaitu International Islamic School Robot Olympiad,” ujar Yudi seraya menyampaikan, festival robot di Lombok ini akan berlangsung selama tiga hari, 17 – 19 Agustus 2016.

Menurutnya, ada sembilan kategori robot yang dilombakan di Lombok kali ini, yakni kategori robot transporter, robot sumo, robot aerial, robot theatre, robot chef (masak), robot underwater,  robot rescue, robot soccer, dan robot fire fighting. “Masing-masing peserta bebas mengikuti kategori mana saja, bahkan seluruh kategori sekalipun,” tutur Yudi.

Untuk penyelenggaraan tahun depan (2017), rencananya akan digelar di Jepang. “Mengapa kami sering menyelenggarakan kompetisi robot di luar negeri? Karena kami ingin memancing tuan rumah untuk ikut berpartisipasi, sekaligus ketika suatu saat kegiatan digelar di Indonesia, otomatis mereka pasti juga akan ikut,” papar Yudi.

Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal, mewakili pemerintah daerah dan masyarakat NTB, dalam sambutan menyampaikan apresiasi yang tinggi, sekaligus ucapan terima kasih atas partisipasi Komunitas Robotika Indonesia yang di seluruh Indonesia memiliki jumlah anggota sebanyak 12 ribu orang ini, untuk keikutsertaannya meramaikan BBLS 2016.

“Kalau penyelenggaraan BBLS tahun lalu lebih pada menggelar berbagai seni dan budaya tradisional, termasuk olahraga tradisional, maka BBLS kali ini juga ada kegiatan yang bersifat modern, seperti festival robot ini. Demikian olahraga, selain tradisional, juga ada olahraga paralayang,” jelas Faozal.

Terpenting sambung Kadisbudpar yang juga Plt Direktur Poltekpar Lombok ini, kegiatan Festival Robot Internasional ini kedepan bisa memicu para siswa/siswi NTB untuk berbuat dan berpikir hal yang sama dengan para siswa atau santri dari berbagai daerah di Indonesia ini. “Artinya, selain dikenal dengan kerelijiusannya, para santri NTB kedepan juga harus menguasai ilmu modern, seperti merangkai robot dan ikut berkompetisi,” harap Faozal.

Nada Aulia, salah satu peserta kompetisi robot asal SMA Al Ahzar 13 Surabaya, ketika ditemui Radar Lombok mengungkapkan rasa senangnya bisa ikut berpartisipasi dalam kompetisi robot internasional di Lombok. “Melalui Komunitas Robotika Indonesia ini, kami bisa mengembangkan bakat dan minat kami terhadap ilmu pengetahuan modern, khususnya dalam hal merangkai dan membuat robot, bahkan ikut kompetisi bersama para siswa dari seluruh Indonesia, termasuk luar negeri,” tuturnya.

Sejak kapan mengikuti kegiatan dan ikut kompetisi robot ini? Kembali Aulia menyampaikan telah mulai ikut kompetisi sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, hingga kini dia duduk di kelas dua SMA. “Prestasi yang pernah saya raih, yaitu juara 1 untuk kategori lomba robot rescue, kemudian juara 2 kategori robot transporter dan juara 2 kategori robot land racer yang berlangsung di Kualalumpur, Malaysia, dua tahun lalu (2014),” pungkasnya. (gt)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid