34 Pasien Sembuh, 10 Kasus Baru Positif

UPDATE : Data peta perkembangan Covid-19 tanggal 24 November 2020.

MATARAM–Tren pasien sembuh dari Covid-19 terus meningkat.

Data Gugus Tugas Provinsi NTB pada Selasa (24/11) tambahan pasien selesai isolasi dan dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah melalui tahapan uji swab dua kali negatif sebanyak 34 orang. Pasien sembuh ini didominasi asal Kota Bima sebanyak 17 orang dan Sumbawa 12 orang. Sisanya dari Mataram dua orang dan Sumbawa Barat tiga orang. Sementara pada hari yang sama terdapat tambahan kasus baru positif sebanyak 10 kasus setelah diperiksa 196 sampel di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Bima, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu. Rinciannya, dari Mataram satu kasus, Dompu dua kasus, Kabupaten Bima satu kasus dan Kota Bima enam kasus.

Pada hari yang sama juga terdapat tambahan dua orang pasien positif yang dinyatakan meninggal dunia yakni pasien nomor 4590 atas nama H, perempuan, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19. Lalu pasien nomor 4633 atas nama A, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien dilakukan tatalaksana Covid-19.

“Dengan adanya tambahan 10 kasus baru terkonfirmasi positif, 34 tambahan sembuh baru, dan dua kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (24/11/2020) sebanyak 4.633 orang, dengan perincian 3.821 orang sudah sembuh, 248 meninggal dunia, serta 564 orang masih positif,” jelas┬áSeketaris daerah (Sekda) selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi melalui press release pada Selasa malam.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah kasus suspek sebanyak 13.102 orang dengan perincian 304 orang (2,4%) masih dalam isolasi, 51 orang (0,4%) masih berstatus probable, 12.747 orang (97,2%) sudah discarded. Jumlah kontak erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 36.438 orang, terdiri dari 2.430 orang (7%) masih dalam karantina dan 34.008 orang (93%) selesai karantina. Sedangkan pelaku perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 95.742 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 3.840 orang (4%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 91.902 orang (96%).

Untuk mencegah penularan Covid-19 diperlukan perubahan perilaku masyarakat yang menyangkut tiga hal. Pertama, iman yaitu beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Kedua, aman yaitu patuh terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yang dikenal dengan istilah 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun. Dan ketiga, imun yaitu istirahat cukup, olahraga teratur, tidak panik, bergembira dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Setiap orang harus mau dan mampu melakukan perubahan perilaku kepatuhan 3M sehingga dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19. “Mari kita mulai membiasakan diri dan membudayakan 3M secara kolektif di dalam kehidupan pribadi dan di dalam seluruh aktivitas sosial ekonomi sehingga tetap bisa produktif dan aman ditengah pandemi ini,”katanya. (sal)