325 Kilometer Jalan di Lotim Butuh Perbaikan

DIPERBAIKI : Jalan kabupaten dari arah Desa Aikmel menuju Kalijaga diperbaiki tahun ini. (M. Gazali/RADAR LOMBOK)

SELONG – Panjang jalan kabupaten di Lombok Timur 1.018, 835 kilometer. Dari jumlah itu, sekitar 325 kilometer atau sekitar 32, 43 persen yang membutuhkan perbaikan. Baik itu yang kondisinya rusak berat maupun ringan.  Namun jika mengacu data, selama tiga  tahun kepemimpinan Sukiman-Azmy perbaikan jalan yang telah dilakukan telah cukup maksimal. Terlebih lagi infrastruktur jalan ini menjadi salah satu program prioritas.

Termasuk juga di tahun ini meski di tengah kondisi pandemi Covid-19, perbaikan jalan masih tetap berjalan yang tersebar di beberapa titik. Terutama yang dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).” Ketika ada instruksi dari bupati, maka kita akan selalu siap untuk melakukan pembenahan infrastruktur jalan,” kata Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim, Lalu Kurnia Darmawan, kemarin.

BACA JUGA :  Diharuskan Beli VCD Senam, Sekolah Keberatan

Terlebih lagi data dan sistem penanganan ruas jalan kabupaten ini sudah dinas miliki. Hal tersebut mengacu pada SK bupati. Lebih lanjut dia menjelaskan terkait dengan kondisi jalan  kabupaten yang telah tertangani sampai saat ini. Dari panjang ruas jalan 1.018, 835 kilometer  67,57 persen dalam kondisi mantap, dan 32,43 dalam kondisi butuh penanganan, dengan kategori rusak ringan dan berat.” Berdasarkan kondisi riil infrastruktur ruas jalan yang terinput pada database itu, jika dilakukan komparasi  persentase kemantapan ruas jalan di Lotim selama kepemimpinan Sukiman – Rumaksi telah terjadi peningkatan kualitas yang cukup signifikan. Hal itu tak lepas dari perhatian Pemkab Lotim yang begitu maksimal terhadap kualitas jalan ini. Buktinya  dari sebelumnya presentasi kualitas jalan yang hanya 47,84  persen di tahun 2018 lalu. Sekarang sampai 2021 sudan mencapai  67,57 persen,” bebernya.

BACA JUGA :  Ada Vaksinasi untuk Pemohon SIM

Perbaikan infrastruktur jalan diakuinya membutuhkan anggaran yang cukup besar. Per satu kilometer kalau di-hotmix membutuhkan anggaran sekitar Rp 2,5 kilometer. Jika mengacu pada hal tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp 800 miliar untuk menuntaskan sisa perbaikan jalan tersebut.” Kita sebagai pembantu pimpinan jika diperintah oleh pimpinan dengan alokasi anggaran yang memadai, maka dengan sistem dan SDM yang ada di bidangnya siap untuk melaksanakan  dan mengerjakannya,” tandas Kurnia.(lie)