325 Hektar Lahan Tembakau Petani Loteng Terdampak Banjir

PANTAU: Kepala Distanbun Provinsi NTB, Muhammad Riadi (baju putih), saat melakukan pemantauan lapangan areal tanaman tembakau terdampak banjir di Lombok Tengah belum lama ini. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM — Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dintanbun) Provinsi NTB melakukan pengecekan lapangan terhadap lahan tembakau di wilayah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang terdampak banjir akibat hujan deras beberapa waktu lalu. Hasilnya, tercatat luas areal tembakau di Loteng yang terdampak banjir mencapai sebanyak 325, 3 hektar.

“Dari hasil pengecekan ke lapangan, jumlah luas areal tembakau yang terdampak banjir kemarin itu ada sebanyak 325, 3 hektar,” kata Kepala Distanbun Provinsi NTB, Muhammad Riadi, kepada Radar Lombok, Sabtu (3/7).

Disampaikan, jumlah luas areal tanam tembakau di Loteng pada 2021 ini. Dari target tanam untuk jenis tembakau virginia sebanyak 9570,5 hektar, dan tembakau rajangan sebanyak 281,1 hektar, yang terealisasi dari jenis virginia sebanyak 89977,5 hektar, dan rajangan sebanyak 216,1 hektar. “Ini tersebar di sembilan wilayah, yakni di Praya Timur, Pujut, Praya Barat, Kopang, Praya Tengah, Batukliang, Praya, Janapria dan Praya Barat Daya,” sebut Riadi.

Sedangkan untuk lokasi lahan terdampak banjir, lanjutnya, tidak terjadi disemua wilayah. Tetapi terdapat di sejumlah lokasi seperti di Praya Timur sebanyak 60 hektar, Pujut 191 hektar, Praya Barat 70 hektar dan Praya Barat Daya. “Jadi tidak semua terdampak. Kita juga masih mendata berapa jumlah petaninya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Sehari 209 Kasus Positif Baru Covid-19, 159 Sembuh dan 4 Meninggal Dunia

Dalam kunjungan langsung ke lapangan itu lanjutnya, sekaligus dimanfaatkan untuk koordinasi dan mencari solusi. “Ya kita melihat langsung kondisi lapangan, dan koordinasi dengan kabupaten, serta ketemu dengan para penyuluh dilokasi terdampak,” ujar Riadi.

Guna mengurangi beban dari para petani terdampak, pihaknya juga memberikan solusi cepat bagi para petani yang ingin mengganti tanaman tembakaunya dengan jenis tanaman lain. Mengingat tembakau yang telah terendam banjir, maka sudah tidak bisa lagi tumbuh.

“Bagi yang mau mengganti tembakau dengan tanaman jenis jagung, dan areal pertanamannya (lahan) juga memenuhi ketentuan teknis. Maka kami akan berikan benih jagung secara gratis bagi para petani yang terdampak,” ungkap Riadi.

BACA JUGA :  Kadishub NTB Dimosi Tidak Percaya

Lebih lanjut disampaikan, soal mekanisme ketika petani ingin mendapatkan benih jagung secara gratis, tentu mereka harus berkoordinasi langsung dengan para penyuluh setempat, untuk kemudian diajukan dalam mendapatkan benih jagung secara gratis dari pemerintah. “Nanti usulannya akan dibuatkan oleh penyuluh sesuai mekanisme yang ada,” katanya.

Namun yang perlu diketahui, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Diantaranya lokasi tempat tanam tembakau tersebut tidak pernah ditanami jagung, maka akan masuk ke kategori Peningkatan Indek Penanaman (PIP). Kemudian juga tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam satu tahun terakhir.

“Kalau dia (petani) memenuhi syarat salah satu itu, maka bisa kita berikan bantuan benih jagung secara gratis. Tapi tentu ini butuh proses, nggak bisa sekarang dia usulkan, lalu besok dapat benih jagungnya. Karena memang harus lengkap administrasi dan lain sebagainya, baru nanti kita bisa dropkan,” pungkas Riadi. (sal)