322 Guru Honorer Malomba Terima SK

322 Guru Honorer Malomba Terima SK
MENERIMA : Sebanyak 322 guru asal Mataram dan Lombar Barat menerima SK sebagai guru honorer pemprov NTB, Kamis (31/10).( ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Sebanyak 322 guru di wilayah Lombok Barat dan Kota Mataram menerima Surat Keputusan (SK) sebagai guru honorer di bawah naungan Pemprov NTB. Guru honorer penerima SK tersebut merupakan yang sudah lulus mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) pada 2018 lalu. Penyerahan 322 SK kepada guru honorer tersebut langsung oleh Kepala Cabang Dinas Mataram –Lombok Barat (Malomba) H Abdurrosyidin di Aula Handayani, Dikbud Provinsi NTB.

“Khusus guru honorer yang ada di Lobar dan Mataram kita serahkan 322 SK,” kata Abdurrosyidin kepada Radar Lombok, kemarin.

Abdurrosyidin mengatakan setelah mendapat SK tentang penugasan, guru honorer ini bisa meningkatkan kompetensi dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) akan berupaya terus supaya tingkat penghargaan kepada guru non ASN di tahun mendatang semakin meningkat.

“Kita berharap teman-teman guru honorer yang sudah mendapatkan SK ini supaya menjadi pioner perubahan di sekolah tempat mereka mengabdi,” katanya.

Menurut Rosidin, masih banyak guru honorer yang belum memenuhi standar, sehingga belum bisa lolos UKG. Bagi yang sudah lulus dan mendapat SK, jika ada lewat jalur P3K maupun CPNS dipersilahkan untuk melamar dan mudah-mudahan lulus.

Untuk diketahui, jumlah guru honorer yang mendapatkan SK sesuai yang lulus UKG pada 2018 lalu, diantaranya Kota Mataram sebanyak 172 orang dan Lobar 150 orang.

Terpisah guru honorer SMAN 2 Narmada Evi Yunita mengaku bersyukur bisa mendapatkan SK. Sebab penantian yang lama akhirnya bisa diterima, sejak mengajar pada 2013 silam. Mulai mengabdi di SMAN 1 Gunungsari, kemudian pindah ke SMAN 2 Narmada dan mengikuti UKG pada 2018 lalu.

“Alhamdulillah, akhirnya mendapatkan SK dan tentu sangat bersyukur,” ucapnya.

Sementara itu, Ana Nurlaila mengaku sudah mengabdi dari 2003, mulai dari sekolah swasta hingga sekolah negeri. Ana mengabdi di SMAN 1 Lingsar pada 2017 dan sebelumnya di sekolah swasta, yakni SMA Islam Lingsar dari 2003 silam.

“Mudah-mudahan dengan adanya SK ini, kita bisa mendapatkan kesejahteraan lebih,” harapnya. (adi)