314 Siswa SMK di NTB Tidak Lulus

KONVOI : Pelajar SMK di Lombok melakukan konvoi untuk merayakan kelulusan. (DOK/ RADAR LOMBOK )

MATARAM – Pengumuman kelulusan siswa SMK negeri dan swasta telah dilakukan pada tanggal 3 Juni 2022 lalu. Berdasarkan hasil yang telah direkap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, tercatat ada 314 siswa dinyatakan tidak lulus dari jumlah total kelas XII peserta ujian sekolah sebanyak 25.863 siswa.

“Kami masih merekap jumlah siswa SMK yang tidak lulus tahun 2022 ini. Data sementara ada 314 siswa tidak lulus,” kata ata Sub Koordinator Kurikulum PSMK Dikbud Provinsi NTB Muhazam kepada Radar Lombok, Senin (6/6).

Disebutkan Muhazam,  sebanyak 314 siswa SMK yang tidak lulus ini disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, karena menikah, berhenti kemudian merantau walapun namanya sudah ada di Daftar Nominasi tetap (DNT) peserta ujian sekolah. Artinya, para siswa yang tidak lulus ini bukan karena tidak bisa menjawab soal ujian sekolah, tapi karena mereka sudah tidak aktif lagi di sekolah.

BACA JUGA :  447 Siswa SMA di NTB Tidak Lulus

Menurut Muhazam, jumlah siswa SMK negeri dan swasta yang tidak lulus tahun 2022 ini bisa saja bertambah. Karena sampai sekarang masih ada SMK negeri dan swasta belum menyerahkan data lengkap ke Dinas Dikbud NTB. Dengan demikian, Dinas Dikbud NTB masih menunggu data lengkap, sembari melakukan verifikasi dari data yang masuk untuk sementara ini.

BACA JUGA :  447 Siswa SMA di NTB Tidak Lulus

Untuk diketahui, otal jumlah SMK negeri dan swasta di NTB sebanyak 317 sekolah, dengan rincian 99 SMK negeri dan 218 SMK swasta. Ada beberapa alasan siswa tidak lulus seperti ada yang meninggal, menikah dan tidak ikut ujian sekolah. Ada pula yang tidak ikut ujian semester enam, ada yang tidak ikut Ujian Sekolah, tidak mengikuti proses belajar mengajar. Jadi alasan siswa tersebut tidak diluluskan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Para siswa tidak lulus rata-rata bermasalah di bidang akademik. Misalnya tidak ikut ujian maupun proses belajar dan mengajar tatap muka ataupun daring selama pandemi Covid-19,” tutupnya. (adi)