312 Buyer Hadiri International Halal Travel Fair di Lombok

MATARAM—Menegaskan bahwa Lombok dan Sumbawa merupakan daerah tujuan wisata halal (friendly tourism) di Indonesia, yang bahkan pernah mendapatkan dua penghargaan dunia, yakni sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia, dan destinasi wisata bulan madu halal terbaik dunia. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, bekerjasama dengan DPD Asita NTB dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, selama dua hari, 21-22 September 2016, menggelar Internasional Halal Travel Fair (IHTF) 2016 dan Rakernas Asita, bertempat di Hotel Lombok Raya.

“Buyer (pembeli) yang telah confirm mengikuti kegiatan IHTF di Lombok, yang untuk di Indonesia merupakan even kepariwisataan kali pertama yang pernah diselenggarakan, bahkan mungkin di dunia. Hingga hari ini (kemarin, red) ada sebanyak 312 buyer, terdiri dari 280 peserta dalam negeri, dan 32 buyer luar negeri, yakni dari Malaysia, Singapura, India, dan negara-negara Midle East (Timur Tengah),” kata Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal, Senin (19/9).

Kegiatan sambung Kadisbudpar, selain menggelar expo atau pameran berbagai produk kuliner halal, dan berbagai paket wisata halal, termasuk destinasi wisata halal. Para buyer juga akan melakukan transaksi dengan seller (penjual, yang terdiri dari para pelaku usaha wisata NTB) melalui sistem B to B (Business to Business).

“Tak hanya itu, para buyer juga akan diajak tour wisata ke sejumlah obyek wisata di berbagai daerah di Lombok, seperti ke Gili Trawangan, Taman Narmada, dan lainnya. Dimana nantinya para peserta juga akan dijamu oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, dan juga Pemerintah Kota Mataram,” jelas Faozal.

IHTF 2016 yang rencananya dihadiri oleh Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya tersebut, sekaligus juga dimanfaatkan untuk sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Pariwisata Halal, yang akan diikuti oleh 100 General Manager (GM) Hotel se NTB.

“Artinya, pelaksanaan IHTF di Lombok ini sekaligus menandai kalau kita (NTB) sudah bermain di tataran pasar, dalam hal ini pasar wisata halal yang kini sedang tren di dunia,” beber Faozal seraya bertekad IHTF nantinya akan menjadi agenda tahunan Disbudpar NTB, yang pelaksanaannya akan dijalankan oleh BPPD NTB.

Sementara Ketua DPD Asita NTB, Dewantoro Umbu Djoka menyatakan, bahwa pelaksanaan IHTF 2016 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asita dilakukan berbarengan, dengan maksud agar ada sinkronisasi program antara para pelaku usaha wisata yang tergabung dalam Asita, dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Disbudpar NTB.

“Peserta Rakernas Asita ada sebanyak 300 orang, terdiri dari 250 utusan dari DPD Asita seluruh Indonesia, dan sisanya merupakan Pengurus DPP Asita, serta para pendamping dan peninjau. Peserta Rakernas Asita ini nantinya juga akan menjadi terlibat aktif dalam IHTF 2016, sebagai bentuk sinkronisasi program Asita NTB dengan Disbudpar NTB,” papar Wanto, sapaan akrabnya.

Sedangkan Ketua BPPD NTB, H. Affan, menyampaikan bahwa pelaksanaan IHTF ini memang dihajatkan untuk memperkuat branding Pulau Lombok dan Sumbawa sebagai destinasi wisata halal dunia. “Kedepan IHTF ini akan menjadi ikon wisata halal NTB, dan masuk dalam kalender even tetap BPPD NTB, yang dilaksanakan secara kontinyu setiap tahun,” ujarnya.

Sebagai even yang pertama dilaksanakan, Ketua BPPD NTB ini menyadari kalau pelaksanaan IHTF mungkin saja nanti ada berbagai kekurangan. “Namun kekurangan-kekurangan itu nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi kami, sekaligus melakukan perbaikan untuk pelaksanaan tahun 2017 mendatang yang lebih baik,” pungkas Affan. (gt)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut