300 Sapi di KLU Terindikasi PMK, Lima Positif

PMK: Sapi terindikasi PMK milik salah seorang warga di Dusun Senara, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, KLU.(IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi terindikasi sudah menyebar di KLU.

Hal ini diungkapkan oleh Anggota DPRD KLU Hakamah yang sudah melakukan pengecekan di sejumlah kendang. “Saya tadi sudah ngecek di beberapa ternak warga di Senara, Kecamatan Gangga ada 9 sapi yang kena. Berani saya pastikan. Kalau pemerintah pasti belum berani bilang PMK karena harus uji dulu. Kalau saya berani karena ilmu kita di situ,” ujar Sarjana Kedokteran Hewan ini.

Wakil Ketua Komisi II ini mengaku, bahwa selain di Dusun Senara, penyebaran PMK itu banyak di Dusun Lempenge, Desa Rempek, Kecamatan Gangga. “Di Lempenge sekitar 270 ekor kena PMK. Belum lagi di Monggal Bawah. Di sana juga sudah ada yang kena. Jadi kalau kita hitung yang terindikasi di Lombok Utara ada 300-an,” bebernya.

BACA JUGA :  Tiga Perusahaan Berebut Proyek Kantor Bupati

Meski itu hanya sebatas pengamatannya, tetapi Hakamah meyakini bahwa hasil uji laboratorium juga nanti hasilnya bakal sama yaitu terkena PMK. “Silakan saja dites lab,” pintanya.

Untuk itu Hakamah mendorong agar pihak terkait segera memberikan antibiotik yang cepat dan tepat kepada hewan ternak. “Saya lihat sejauh ini baru diberikan disinfektan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Investasi Sepi, Hotel Banyak Dijual

Penjabat Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi mengakui bahwa PMK memang sudah mulai menyerang ternak warga. “Lima (ternak) yang dikirim sampel ke Bali sudah positif,” ujarnya.

Disinggung mengenai hasil pengamatan Hakamah yang menyebut 300-an ekor sapi terindikasi PMK, Anding menyebut, bisa jadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan (DKP3) KLU Tresnahadi belum bersedia berkomentar. “Nanti pada waktunya kami infokan. Kami ada acara di kantor bupati dengan semua kabid,” ujarnya. (der)