30 Persen APBD Lotim 2016 Belum Terserap

HM. Khairul Rizal (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Hingga jelang akhir tahun, serapan APBD Lotim tahun 2016 baru mencapai 70 persen, dari anggaran sekitar Rp. 2,4 triliun. Sementara 30 persen lagi sejauh ini masih belum terserap, dimana jumlah itu tentu sangat besar.

Dari 30 persen APDB yang belum terserap itu, salah satunya adalah anggaran  untuk proyek pengerukan kolam sandar Labuan Haji, dengan nilai sekitar Rp. 38 miliar. Kemudian proyek pengadaan paket lebaran, dan sejumlah kegiatan lainnya.

Sementara untuk pengerjaan dermaga (Labuan Haji) itu sendiri, sejauh ini masih belum ada kepastiannya. Bahkan jika pengerukan kolam sandar Labuan Haji ini  tak kunjung direaliasikan sampai akhir tahun, tentu akan berdampak terhadap serapan APBD 2016.

“30 persen anggaran APBD 2016 yang belum terserap ini cukup besar. Kita berharap, mudahan sisa waktu yang sekitar satu bulan ini, Pemkab bisa merealisasikannya,” ungkap Ketua DPRD Lotim, HM. Khairul Rizal, Jumat kemarin (2/12).

Khusus untuk pengerukan kolam sandar Labuan Haji ini lanjutnya, lambannya proses penyerapan anggaran disebabkan karena berbagai masalah. Seperti prsoses tender yang tidak cermat, dan pihak rekanan yang dimenangkan merupakan perusahaan yang tidak memiliki kompeten.

“Labuan Haji sama dengan paket lebaran. Rekanan yang dimenangkan ternyata sama-sama  tidak memiliki kompeten,” sengit Rizal.

Berbagai persoalan yang terjadi sebelumnya, terutama proyek Labuan Haji harus menjadi pembelajaran untuk pihak terkait diwaktu berikutnya. Jangan sampai hal serupa terus diulang kembali. “Ini semua panitia lelang yang melakukannya, kedepan mereka harus lebih cermat,” pesannya.

BACA JUGA :  Seminggu, Satlantas Lotim Panen Tilang

Kalau diketahui akan seperti itu lanjut Rizal, maka lebih baik anggaran pengerukan kolam sandar Labuan Haji dialihkan untuk program-program infrastruktur yang lain. Karena masih banyak program yang lebih urgen (penting) yang sejauh ini membutuhkan anggaran.

Salah satunya adalah anggaran infrastruktur untuk menunjang perkembangan obyek wisata yang ada di Lotim. “Karena banyak infrastruktur wisata yang masih minim. Inilah yang menyebabkan kendala bagi para investor,” terang Rizal.

Secara pribadi Rizal sangat pesimis jika pengerjaan pengerukan kolam sandar Pelabuhan Labuan Haji akan bisa tuntas diselesaikan oleh pihak rekanan sampai tenggat waktu yang telah ditentukan.

Terlebih lagi tenggat waktu sudah semakin mepet. Sementara sejumlah fasilitas masih belum siap. ‘’Melihat tidak ada progress, saya pesimis dengan pihak ketiga ini. Kita bisa lihat, tidak ada kemajuan sampai sekarang,” kritiknya.

Baginya, jika pihak rekanan merasa tidak mampu untuk melakukan pengerjaan, Pemkab pun diminta sebaiknya segera memutuskan kontrak dengan yang bersangkutan. Dalam ketentuan, prores pengerjaan bisa dilanjutkan jika terkendala dengan bencana dan musibah.

Namun hal itu tidak terjadi dalam pengerjaan Labuan Haji. Tapi molornya pengerjaan murni karena kelalaian, dan ketidak mampuan dari rekanan itu sendiri. “Kalau tidak bisa dikerjakan, nanti anggaran Labuan Haji ini bisa dimasukkan dalam perubahan APBD tahun 2018 mendatang. Kalau sekarang tidak bisa, karena tidak masuk di RAPBD 2017,” pungkas Rizal. (lie)