29 Ribu Warga Mataram Mengungsi
BERTAHAN: Ratusan warga Rembige mengungsi di Lapangan MTsN 2 Mataram di Jalan Jendral Sudirman dan masih bertahan. (SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menyiapkan bantuan bagi warga yang menjadi korban gempa. Bantuan tersebut secepatnya akan disalurkan setelah hasil pendataan diterima dari kelurahan dan kecamatan. Saat ini data pasti penerima bantuan sudah masuk ke posko yang dibentuk oleh Pemkot Mataram.

‘’Insya Alloh kita distribusikan bantuannya. Mulai tadi malam (Senin malam) sudah mulai kita distribusikan ke semua titik melalui kecamatan,’’ ujar Sekda Kota Mataram, H Effendi Eko Saswito di Mataram, kemarin (7/8).

BACA JUGA: Jumlah Korban Terus Bertambah, Gempa Susulan Perlu Diwaspadai

Hanya saja bantuan awal ini baru berupa bahan makanan dan minuman. Termasuk juga terpal dan matras. Hanya saja diakuinya bantuan yang diberikan ini masih kurang. 

Dijelaskannya, korban meninggal dunia dari Kota Mataram berjumlah 7 orang. Kemudian yang mengalami luka-luka sebanyak 49 orang. Sedangkan warga Mataram yang mengungsi akibat gempa berjumlah 29.500 jiwa.

‘’Itu yang akan kita tangani untuk diberikan bantuan,’’ ungkapnya. Akibat gempa berkekuatan 7 skala richter (SR) itu, 531 rumah di Kota Mataram rusak berat. Sementara rusak sedang sebanyak 1.522 rumah, rusak ringan 2.294. Rumah tersebut berada di tengah-tengah masyarakat. Saat ini pihaknya terus mendata kerusakan terhadap infrastruktur milik pemerintah. Seperti puskesmas, sekolah-sekolah dan kantor-kantor SKPD lingkup Kota Mataram. Laporan dari masing-masing SKPD ini diharapkan segera untuk dilaporkan.

‘’Hari ini (kemarin) kita harapkan semuanya sudah masuk laporan itu. Sehingga dari sana kita akan ambil tindakan lebih lanjut,’’ ungkapnya.

Hadi, salah seorang warga Mataram mengaku untuk sementara waktu tetap akan mengungsi. Trauma dan kecemasan masih dirasakan paska gempa. ‘’Kami masih tetap akan mengungsi. Tidak tahu sampai kapan,’’ katanya.

Sementara itu, banyak ASN di Kota Mataram yang belum masuk kerja paska gempa. Keadaan ini, kata Sekda dimaklumi untuk sementara waktu. Karena pelayanan secara administrasi tetap diberikan. Namun, kepada pimpinan SKPD diharapkan tetap memberikan pelayanan jika ada masyarakat yang membutuhkan. ‘’Kita memahami keadaan karyawan kita yang tidak masuk pada saat itu,’’ pungkasnya.

Pantauan Radar Lombok, beberapa lapangan terbuka dijadikan tempat pengungsian sementara warga. Bahkan, lapangan sekolah juga menjadi tempat pengungsian yang dituju warga.

Seperti di lapangan MTsN 2 Mataram di Jalan Jendral Sudirman, misalnya. Beberapa tempat lain seperti lapangan AU Rembige di Jalan Adi Sucipto, lapangan Selagalas, lapangan Sangkareang serta beberapa persawahan tak luput disulap menjadi tempat pemukiman darurat. Warga memilih mengungsi bersama keluarganya.

BACA JUGA: Warga Korban Gempa Pertama Bosan di Pengungsian

Adalah ramdani, warga Gegutu, Sayang-Sayang mengatakan, ia masih traum dan tidak berani mendiami rumahnya. Berbekal terpal dan selimut, ia terpaksa bersama keluarganya membuat kamp darurat.

“Saya pikir langkah ini juga lebih aman ketimbang sewaktu-waktu ada gempa susulan yang berpotensi mencelakai saya dan keluarga,” ucapnya.

Selain di lapangan, warga juga memilih halaman tempat ibadah seperti masjid, dan musalla. Hanya saja, tenda pengungsiang yang mereka buat ini sudah mulai ditinggalkan kala siang hari. Mereka baru kembali menempatinya ketika malam hari.

Sejauh ini, aktivitas warga Kota Mataram nyaris lumpuh. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya.

Terhadap hal ini, Ramdani meminta ada langkah cepat dari Pemerintah Kota Mataram. Trauma anak-anak disebutnya juga cukup memperihatinkan, karena saat ini masih banyak yang merasakan keresahan pasca gempa.

Sementara itu, Camat Ampenan Zarkasy mengatakan, warga harus tetap waspada hingga beberapa hari kedepan. Warga juga disarankan memasang tenda darurat di tempat terbuka dan jauh dari bangunan-bangunan tinggi.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) dan BPBD Kota Mataram. koordinasi tersebut terkait kekuranagan tenda maupun kebutuhan lain yang diperlukan warga. ‘’Kita tetap pantau, termasuk keamanan. Lurah dan kaling kita minta tetap melakukan pemantuan,’’ katanya.

BACA JUGA: Cerita Korban Selamat Tertimpa Runtuhan Masjid Jabbal Nur Lading-Lading

Sementara itu, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana memberikan imbuan kepada warga Senin malam (6/8), di salah satu masjid di lingkungan Karang Sukun. Warga diimbau tetap waspada dan tidak terpengaruh isu yang menyesatkan seperti tsunami yang menyebar. (gal/dir)