28.390 Pekerja Dirumahkan Karena Corona

illustrasi

MATARAM – Banyak masyarakat di NTB terpaksa kehilangan pekerjaan sepajang 2020 ini lantaran pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan mereda. Bahkan, sampai engan Agustus 2020 lalu, total pekerja yang dirumahkan karena Covid-19 mencapai 28.390 orang. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus dengan menyediakan peluang kerja.

Terlebih, sebanyak 50 persen lebih dari total pekerja yang dirumahkan tersebut berasal dari sektor pariwisata. Dengan geliat usaha hotel dan restoran beberapa waktu belakangan ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mendorong masing-masing usaha pariwisata mulai melakukan penyerapan kembali tenaga kerja yang dirumahkan.

“Kita belum lihat lagi perkembangannya, setelah Agustus mulai ada perubahan-perubahan ini. Tapi kita harapkan mereka harus buka usahanya,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB T Wismaningsih Drajadiah, Senin (21/12).

Saat ini pihaknya tengah mendata kembali hotel-hotel yang berpotensi menyerap kembali tenaga kerja untuk segera membuka lowongan dan terlibat dalam bursa kerja yang akan segera diadakan. Program bursa kerja sendiri diakuinya telah lama vakum akibat pandemi Covid-19.

“Terakhir itu 2019 dan 2020 ini tidak ada sama sekali, malah usaha-usaha itu banyak yang tutup. Karena itu kita harapkan sebelum mulainya MotoGP di KEK Mandalika sudah ada bursa kerja, terutama untuk hotel-hotel di sekitar kawasan itu,” harapnya.

Wisma memproyeksi total jumlah lowongan kerja akan dibuka dalam bursa kerja tersebut, nantinya dapat mengakomodir seluruh pekerja yang dirumahkan selama Covid-19, termasuk mengurangi jumlah pengangguran yang ada di NTB secara umum.

“Kalau ktia lihat jumlah lowongannya, kemungkinan bisa menyerap semua, tapi itu juga memang belum bisa kita pastikan,” ujarnya.

Wisma menambahkan, seperti kebutuhan pekerja di KEK Mandalika yang mencapai 27.294 orang, berdasarkan hasil analisis kebutuhan pelatihan atau program pengembangan potensi sumber daya manusia (SDM) di NTB diakui masih rendah. Untuk training need analysis itu masih rendah. Dari 27.294 yang dibutuhkan itu, mungkin sekitar 700 orang juga tidak sampai.

Untuk diketahui, mendekati 2021  menjadi titik krusial bagi pembangunan NTB. Terutama rencana gelaran MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Sehingga perlu adanya kesiapan, terutama pada tenaga kerja pada beberapa pembangunan di KEK Mandalika. (dev)