27 Kasus Baru Positif, Satu Pasien Meninggal

UPDATE : Data peta perkembangan Covid-19 di NTB tanggal 16 Oktober 2020

MATARAM-Kasus baru positif Covid-19 lebih banyak dibandingkan pasien sembuh.

Bahkan kembali terjadi pasien positif meninggal dunia. Data Gugus Tugas Provinsi NTB melaporkan tambahan kasus baru positif Covid-19 pada Jumat, (16/10) sebanyak 27 orang. Hal ini diketahui setelah pemeriksaan 170 sampel di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Praya, dan Laboratorium TCM RSUD Bima. Hasilnya 135 sampel negatif, delapan sampel positif ulangan, dan 27 sampel kasus baru positif Covid-19.

Kasus baru positif tersebut, berasal dari Mataram dua orang, Lombok Barat delapan orang, Lombok Tengah dua orang, Lombok Utara dua orang dan Lombok Timur enam orang. Selanjutnya, Kabupaten Dompu dua orang, Kabupaten Bima tiga orang, Kota Bima satu orang dan luar Provinsi NTB satu orang.

Sementara tambahan satu orang meninggal dunia yang merupakan pasien positif yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit yakni, pasien nomor 3537 atas nama SD, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien dilakukan tatalaksana Covid-19.

Pada hari yang sama juga terdapat tambahan 24 pasien selesai isolasi dan dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah melalui tahapan uji swab dua kali negatif. Rinciannya, dari Mataram 11 orang, Lombok Timur lima orang, Sumbawa dua orang, Sumbawa Barat dua orang, Kabupaten Bima dua orang dan Kota Bima juga dua orang. “Dengan adanya tambahan 27 kasus baru terkonfirmasi positif, 24 tambahan sembuh baru, dan 1
(satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari
ini (16/10/2020) sebanyak 3.668 orang, dengan perincian 2.996 orang sudah sembuh, 209
meninggal dunia, serta 463 orang masih positif,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi melalui press release pada Jumat malam.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah kasus suspek sebanyak 12.043 orang dengan perincian 266 orang (2%) masih dalam isolasi, 102 orang (1%) masih berstatus probable, 11.675 orang (97%) sudah discarded. Jumlah kontak erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 28.719 orang, terdiri dari 2.711 orang (9%) masih dalam karantina dan 26.008 orang (91%) selesai karantina. Sedangkan pelaku perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 88.040 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.614 orang (2%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14  86.426 orang (98%).

Sekda juga kembali menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan tidak kendor dengan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19. Meksi sudah tidak ada lagi daerah zona merah, tetapi Sumbawa Barat kembali zona oranye (risiko sedang) yang sebelumnya zona kuning (risiko rendah). Dompu berubah menjadi zona oranye sebelumnya zona merah. Sedangkan Kota Bima, Kabupaten Bima, Lombok Timur dan Mataram masih zona oranye. Sementara Lombok Tengah, Lombok Utara dan Sumbawa masih berada di zona kuning. “Mari kita jadikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita mampu membiasakan menggunakan masker, jaga jarak,rajin cuci tangan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup baru, Insya Allah kita bisa tetap produktif dan aman ditengah pandemi ini,” imbaunya.

“Hanya dengan cara sederhana inilah, mata rantai penularan Covid-19 dapat kita cegah bersama. Syaratnya adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan kolektif,” sambungnya. (sal)