27 Anak Binaan di Lombok Tengah Terima Remisi Khusus Idulfitri

REMISI: Sebanyak 27 dari 30 anak binaan di LPKA Kelas II Lombok Tengah mendapatkan remisi Idulfitri 1442 H/2021, Kamis (13/5/2021). (IST/RADAR LOMBOK)

PRAYA–Sebanyak 27 orang anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah mendapatkan remisi khusus Idulfitri 1442 H/2021, Kamis (13/5/2021).

Bertempat di lapangan LPKA Loteng kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19. Hadir dalam kesempatan ini Kepala Divisi Administrasi Kementerian Hukum dan HAM NTB, Saefur Rochim yang juga menyerahkan SK remisi kepada anak binaan.

Saefur menegaskan bahwa remisi atau pengurangan masa pidana yang didapatkan oleh anak binaan ini jumlahnya bervariasi. Mulai dari 15 hari sampai dengan 1 bulan.

BACA JUGA :  Dihampiri Seluruh Juri LIDA, Sulis Perwakilan NTB Lolos ke Babak Berikutnya

“Dari 30 jumlah anak binaan di LPKA Loteng, hanya 27 orang yang memenuhi syarat untuk diusulkan dan mendapatkan remisi,” ungkap Saefur.

Anak yang mendapatkan remisi telah menjalani masa pidana selama 3 bulan dan berperilaku baik. Sebanyak 20 anak binaan mendapat remisi masing-masing 15 hari dan sisanya 7 orang mendapat 1 bulan.

“Pemberian remisi ini diharapkan dapat memberikan motivasi yang positif kepada anak binaan untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari, serta selalu meningkatkan optimisme dalam menjalani pidana hilang kemerdekaan yang sedang dijalani,” tegasnya.

BACA JUGA :  Top 56 LIDA, Sulis Perwakilan NTB Tampil Malam Ini

Disampaikan juga bahwa sistem pemasyarakatan bertujuan agar warga binaan pemasyarakatan menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana. Sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, serta dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab.

“Sistem pemasyarakatan menitikberatkan pada usaha perawatan, pembinaan, pendidikan, dan bimbingan bagi warga binaan yang bertujuan untuk memulihkan kesatuan hubungan hidup antara individu, warga binaan dan masyarakat,” tutupnya. (met)