25 Hektar Lahan Terbakar

25 Hektar Lahan Terbakar
KEBAKARAN: Petugas Damkar Lobar memadamkan api yang membakar lahan kosong di Bukit Wadon Gunung Sari beberapa waktu lalu.( Dok/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG– Kebakaran hutan dan lahan di Lombok Barat cukup marak. Dari Januari sampai Agustus tahun ini, ada 34 kejadian kebakaran yang ditangani Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lombok Barat. Darikejadian tersebut, ada sekitar ada 10 kasus yang merupakam kebakaran lahan.

Kepala Dinas Damkar Lombok Barat, H. Fauzan Husniadi, menjelaskan jumlah kejadian kebakaran tahun 2019 sampai tanggal 23 Agustus ada 34 kejadian.

Khusus untuk kebakaran lahan ada 10 kejadian dengan rincian wilayahnya tersebar di lima kecamatan. Masing-masing 3 kejadian di Kecamatan Batulayar, 1 kejadian di Kecamatan Gunungsari, 2 kejadian di Kecamatan Gerung dan 1 kejadian di Kecamatan Kuripan.”Estimasi luas kebakaran lahan yang sudah ditangani seluas 25 hektar,” ungkapnya kemarin.

Dari hasil evaluasi, kebakaran lebih banyak disebabkan oleh faktor kelalaian akibat kurangnya kesadaran terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Terbaru, kejadian berlangsung Senin malam lalu di lahan Bukit Menang seluas 3 hektar. Pemadaman api dilakukan oleh Koramil 1606-04/Gerung bersama anggota Polres Lobar dan masyarakat.

Dandim 1606/Lobar Letnan Kolonel Czi Djoko Rahmanto menyebut adanya kebakaran bukit Menang berdasarkan laporan Danramil Gerung Lettu Inf. Maturidi. Informasi kebakaran tersebut diperoleh dari masyarakat.”Alhamdulillah berkat kesigapan anggota di lapangan bersama anggota kepolisian dan masyarakat, api dapat dipadamkan sekitar pukul 20.00 Wita,” jelas Djoko.

Namun sampai malam ini, lanjutnya, anggota TNI dan polisi masih standbye di lokasi untuk memastikan tidak adanya sisa api sehingga tidak muncul kembali kebakaran di lokasi yang sama.  Dandim juga mengimbau masyarakat agar api puntung rokok benar-benar dimatikan  sebelum dibuang dan berhati-hati apabila membakar sampah maupun lainnya. “Bila perlu, api ditunggu saat membakar sampah dan yakinkan jika sudah selesai dengan menyiramkan air sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” tutupnya.(ami)