241 Warga Masbagik Ikut Program KB Gratis

PROGRAM KB: Ketua TP-PKK Lotim, HJ. Sutinah Ali BD, dan pejabat Kepala BPP dan KB Lotim, serta Provinsi NTB, foto bareng usai memberikan pelayanan program KB di Kantor Camat Masbagik kemarin (28/2). (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP dan KB) Lombok Timur (Lotim), terus gencar memberikan pelayanan program KB ke masyarakat, sebagai upaya untuk menekan angka kelahiran. Program pelayanan KB kali ini dipusatkan di Kantor Camat Masbagik, Selasa (28/2). Dimana sebanyak 241 pasangan suami istri datang ke lokasi kegiatan untuk mendapatkan pelayanan KB secara gratis.

Pelaksanaan kegiatan bekerjasama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Lotim. Ini bertepatan dengan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK – KBKES ke 45. Kegiatan itu juga dihadiri langsung Ketua TP-PKK Lotim, Hj. Sutinah Ali BD.

“Program KB ini mendukung penuh HKG PKK-KBKES. Salah satunya kegiatan HKG PKK-KBKES ini adalah pengendalian penduduk. Baik itu dari segi jumlah, kualitas dan pertumbuhan,” ungkap Kepala BPP dan KB Lotim, H. Suroto, kemarin.

[postingan number=3 tag=”lotim”]

Selama ini katanya, di PKK selalu fokus memberikan dukungan terhadap sejumlah program KB. Sebab, ini sangat penting. Karena bagaimana pun besar sumber daya yang dimiliki, jika pertumbuhan penduduk tidak bisa dikendalikan, tentu akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, kualitas pendidikan, dan kesehatan. “Makanya setiap ada momentum kesatuan gerak PKK, kami selalu memanfaatkan untuk memberikan pelayanan KB,” terang dia.

Untuk di Masbagik sendiri kata dia, sebanyak 241 yang datang untuk mendapatkan program KB. Dari mereka ini, semuanya menggunakan program KB jangka panjang. Artinya, sekali pasang, mereka bisa menggunakannya lima   hingga 10 tahun. “Pelayanan ini dilakukan di semua kecamatan. Total keseluruhan dalam rangka HKG PKK ini bisa sampai ribuan yang kita layani,” sebutnya.

Untuk pelayanan, yang paling diutamakan adalah kualitas. Petugas yang memberikan pelayanan, merupakan tenaga yang sudah ahli sesuai dengan standar. Berbagai kegiatan program KB ini kata dia, selalu mendapat repson yang sangat positif dari masyarakat. Sebab, mereka sadar betul, program ini merupakan salah satu kebutuhan yang mendasar. “Tapi program KB untuk sementara ini pesertanya laki- laki masih kurang. Karena yang datang selalu ibu-ibu,” terangnya.

Program KB ini bukan hanya untuk perempuan saja. Melainkan juga ditujukan untuk kaum laki. Namun mereka tetap akan berupaya untuk mengubah pola pemikiran masyarakat, sehingga tidak lagi beranggapan program KB hanya untuk kaum perempuan. “Untuk pria masih didominasi oleh Kecamatan Wanasaba saja. Kalau kecamatan lain masih belum,” terang Suroto.

Dijelasakan Suroto, jumlah warga Lotim yang diharuskan untuk mengikuti program KB berjumlah  285 ribu. Dari jumlah itu, yang sudah ikut hanya 203 ribu. Sisanya sebanyak 85 ribu pasangan masa subur masih belum. Dan itu tersebar di Lotim.

“Sisanya yang masih belum itu akan terus kita kejar. Kita mau tau apa alasanya mereka tidak mau KB. Kalau ada alasan, tidak ada masalah. Tapi kalau tidak, kita khawatir ketika umurnya sudah tua hamil, itu kan berbahaya,” tutup Suroto. (lie/adv)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid