2017, Anggaran DBHCHT Rp 17 M

Anggaran DBHCHT 2017
TEMBAKAU: Pemberian bantuan DBHCHT diharapkan dapat memperbaiki kualitas tembakau yang dihasilkan para petani. Tampak hamparan kebun tembakau di salah satu wilayah di Lotim. (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

SELONG—Anggaran Dana Bantuan Bagi Hasil Cukai dan Tembaku (DBHCHT) untuk petani tembakau di Lombok Timur (Lotim), tahun ini (2017) jumlahnya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, sekitar Rp 17 miliar lebih.

Agar proses pencairan tidak mengalami kendala seperi tahun sebelumnya. Dinas terkait, dalam hal ini Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Lotim sudah mulai turun melakukan sosialisasi kepada para petani yang akan menerima bantuan.

Sosialisasi dilakukan, untuk memberikan penjelasan kepada para petani tembakau, agar pengajuan proposal untuk penerimaan bantuan dilakukan tepat waktu.

“Kita sudah mulai melakukan sosialisasi. Untuk tahun ini, anggaran DBHCHT Lotim sekitar Rp 17 miliar,” ungkap Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Lotim, Assyairul Kabir, Minggu (7/5).

Dikatakan, dari sekitar Rp 17 miliar lebih anggaran DBHCHT untuk petani Lotim, akan diperuntukkan untuk petani tembakau virginia dan tembakau rajang yang ada di sejumlah kecamatan di Lotim.

Terkait jumlah petani yang akan menerima manfaat bantuan itu, dirinya belum mengetahui secara pasti jumlahnya. Itu disebakan karena mereka belum menerima pengajuan proposal. Tapi diperkirakan jumlah penerima bantuan tahun 2017 ini juga tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Anggaranya tahun ini kan sama dengan tahun sebelumnya. Sehingga jumlah penerimanya pun mungkin juga tidak jauh beda dengan yang dulu, sekitar 13 ribu lebih, petani tembakau yang menerima bantuan. Terdiri dari petani tembakau virginia dan rajang,” lanjutnya.

Sementara untuk proses pencairan sendiri, diupayakan lebih cepat dan tidak molor seperti tahun sebelumnya. Karena itu, pihaknya akan mulai melakukan penerimaan pengajuan proposal mulai 21 Mei mendatang. Begitu pun dengan sejumlah proses lainnya, juga akan diupayakan bisa segera dilakukan.

“Prosesnya kita percepat. Karena ini sudah biasa mereka lakukan. Sehingga para petani tembakau, saya rasa tidak begitu mengalami kesulitan. Karena bantuan DBHCHT tahun ini juga tidak ada perubahan dengan tahun lalu,” yakinnya.

Sementara terkait dengan besaran penerimaan bantuan tahun ini sebutnya,  hitungannya juga sama dengan sebelumnya. Dimana besaran bantuan yang diterima oleh petani, akan dihitung sesuai dengan luas lahan yang mereka miliki.

Untuk petani tembakau virginia, per hektar mereka akan mendapatkan sekitar Rp 1,2 juta. Sedangkan untuk petani tembakau rajang, perhektar mendapatkan sekitar Rp. 800 ribu.

Total bantuan yang mereka dapat, tinggal dihitung saja dengan jumlah keseluruhan luas lahan yang dimiliki, kemudian dijumlahkan dengan besaran  bantuan yang didapatkan per hektar. “Seperti itu hitungannya, untuk petani tembaku Virginia mereka dapatkan Rp 1,2 juta perhektar. Sementara petani tembakau rajang, Rp 800 ribu perhektar,” tutupnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid