2016, BNI Syariah Mataram Optimis Tumbuh Dua Digit

MATARAM—Bank BNI Syariah Cabang Mataram tahun 2016 ini menargetkan pertumbuhan usaha 25 hingga 30 persen, baik itu penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) maupun pembiayaan. Untuk itu, berbagai strategi pemasaran Bank BNI Syariah Cabang Mataram menjadi andalan mereka.

General Manager (GM) Bank BNI Syariah Cabang Mataram, H. Zulfahmi optimis jika melihat pergerakan pertumbuhan usaha memasuki semester I tahun 2016 ini, target pertumbuhan dua digit tahun 2016 ini bisa tercapai.

“Dengan berbagai produk yang kami tawarkan dan layanan prima, kami optimis target tersebut bisa tercapai,” kata Zulfahmi di Mataram, Jumat (10/6).

BNI Syariah cabang Mataram mengandalkan produk Griya Syariah untuk pembiayaan perumahan reguler non subsidi. Pembiayaan untuk kepemilikan rumah ini diakuinya, memiliki kelebihan salah satunya adalah angsuran tetap hingga saat lunas. Tidak dikenakan biaya administrasi, provisi dan lainnya. Dengan demikian, nasabah diberikan kemudahan dalam pembiayaan kepemilikan rumah.

BACA JUGA :  BNI Syariah Upayakan Pengembangan Ekosistem Halal

Selain itu ada juga pembiayaan untuk wirausaha bagi usaha kecil menengah dan besar. Hanya saja saat ini prosentase pembiayaan di sektor produktif ini masih di tataran usaha jasa dan perdagangan yang nilai pembiayaannya diatas Rp500 juta. Sementara untuk pembiayaan di sektor pariwisata seperti pembangunan infrastruktur pariwisata seperti hotel, café dan sejenisnya mengalami kendala.

BACA JUGA :  BNI Syariah Upayakan Pengembangan Ekosistem Halal

Salah satu kendala yang dihadapi perbankan syariah khususnya di BNI Syariah, lanjut Zulfahmi adalah misalnya hotel harus siap menyediakan hotel bernuansa syariah yakni tidak menjual minuman keras dan sejenisnya, menyiapkan tempat ibadah yang layak dan lainya.

Begitu juga dengan pembiayaan café, juga BNI Syariah tak bisa memberikan pembiayaan karena terkendala syarat tidak boleh membiayai produk yang nantinya bisa mendekati kepada perbuatan tidak baik.

“Ada beberapa perusahaan ingin pembiayaan untuk membangun hotel dan café. Tapi mereka tidak bisa menyanggupi syarat ketentuan di bank syariah, maka tidak jadi kami berikan pembiayaan,” terangnya. (luk)