200 Ton Solar Segera Dibongkar Muat

KAPAL SOLAR: Kapal tanker yang mengakut 200 ton solar non subsidi akhirnya bersandar di Pelabuhan Labuan Haji. Kapal ini sebelumnya sempat diamankan pihak TNI (AL GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Kapal Tanker Pangrango yang mengangkut 200 ton solar non subsidi untuk Perusahaan Daerah (PD) Selaparang Agro telah diperbolehkan untuk bersandar di Pelabuhan Labuhan Haji. Sebanyak 200 ton solar yang diangkut, segera mungkin akan dilakukan bongkar muat.

Pemkab Lotim, dalam hal ini Bagian Humas turun langsung melihat kapal itu di pelabuhan. Mereka didampingi langsung pihak pelabuhan melihat kapal yang sudah bersandar. Setelah berkas dan dokumennya lengkap, 200 ton solar non subsidi itu akan segera diturunkan, kemudian diserahkan ke PT. Agro Selaparang.

Kabag Humas Pemkab, Ahmad Subhan mengatakan 200 ton solar non subsidi yang diangkut kapal itu dipesan pihak PD. Selaparang Agro. Solar itu didatangkan untuk memenuhi kebutuhan Bahar Bakar Minyak (BBM) non subsidi masyarakat Lotim. “Itu untuk mempermudah dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Selama ini kebutuhan BBM masyarakat Lotim didatangkan dari Depo Pertamina yang berada di Ampenan. Namun BBM jenis solar non subsidi yang dipasok pihak Pertamina dianggp masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat Lotim. Dengan itu  Pemkab punya pemikiran berupa menjalin kerjasama dengan perusahaan dari luar daerah.

Dijelaskan, 200 ton solar non subsidi ini didatangkan dari Bao-Bao, Sulawesi. Ini merupakan kerjasama pihak PD Agro Selaparang dengn PT Soraya Inti Gemilang dari Jakarta. Namun terkait kepastian kapal solar ini, untuk sementara masih menunggu kelengkapan dokumen dan berkasnya. Informasi yang diterima, segera mungkin akan dilakukan bongkar muat. “Kapal sudah bersandar, bongakr muat masih belum. Sudah saya konfimasi, secepatnya dilakukan bongkar muat,” tandas Subhan.

Sementara Kapala Unit Penyelenggara Pelabuhan Labuan Haji, Hasibullah sebelumnya mengaku, untuk sementara ini belum bisa melakukan bongkar muat, mengingat ada sejumlah ketentuan yang harus mereka penuhi. Pihaknya telah meminta pihak kapal untuk melengkapi dokumen, sebelum dilakukan bongkar muat. “Kita masih menunggu dokumen berlabuh yang belum diserahkan ke kita,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam hal ini pihaknya hanya sebatas penyelenggara dan penyedia jasa di pelabuhan ini. Selama kapal itu datang statusnya legal dan sah, mereka pun akan mempersilahkan untuk melakukan  aktifitas bongkar muat. “Kita ini hanya penyedia jasa,” tegasnya.

Terpisah, Direktur PT. Selaparang Agro, Supardi ketika ditanyakan terkait persoalan kelengkapan dokumen dan surat menyatakan kalau itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak kapal itu sendiri. Dijelaskan, 200 ton solar non subsidi yang mereka datangkan itu merupakan kerjasama dengan pihak perusahaan luar daerah, dan solar non subsidi itu didatangkan dari Bao-Bao, Sulawesi.

Nantinya solar non subsidi ini akan dijual kembali untuk kalangan industri. Sementara menyangkut izin jual beli, dijawab itu bukan tanggung jawab mereka. Melainkan itu diurus langsung pihak perusahaan, dalam hal pemilik solar tersebut. “Kita hanya memasarkan saja,” kelitnya.

Dipastikan solar non subdisi yang didatangkan statusnya resmi, karena memiliki surat dan kelengkapan dokumen lainnya. “Kalau menyangkut sempat diamankan, kemudian dilepaskan kembali, itu yang lebih mmengetahui adalah pemilik kapal itu sendiri,” pungkasnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid