200 PNS KLU Ikuti Ujian Penyesuaian Ijazah Sarjana

200 PNS KLU Ikuti Ujian
UJIAN : Peserta ujian penyesuaian ijazah PNS lingkup Pemerintah KLU yang berlangsung di aula UPT BKN di Kota Mataram.( HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK )

TANJUNG – Sebanyak 200 Pegawai Negeri Sipil (PNS) d lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengikuti ujian penyesuaian ijazah sarjana tahun 2019. Pelaksanaan ujian berlangsung di UPT BKN Regional Bali – Nusra di Kota Mataram, Rabu (20/11). Ujian penyesuaian ijazah sarjana sebagai syarat untuk mendapatkan kenaikan pangkat dari pangkat sebelumnya.

Kepala BKD-PSDM KLU H M Najib mengatakan di KLU sejak dipersyaratkan kenaikan pangkat lebih tinggi dari pangkat awalnya sudah beberapa kali diadakan ujian penyesuaian ijazah. Namun, sekitar tiga tahun belakangan ini tidak pernah dimasukan dalam penganggaran, sehingga tidak dilaksanakan ujian penyesuaian ijazah sarjana tersebut.

“Alhamdulillah, di tahun ini pemerintah daerah menganggarkan kembali ujian penyesuaian ijazah sarjana bagi PN,” M Najib, Rabu (20/11).

Pada tahun ini, jumlah kuota yang dijatahkan sebanyak 350 orang. Namun setelah membuka pendaftaran seleksi penerimaan calon peserta yang mendaftar 210 orang, setelah melakukan verifikasi yang lolos 200 orang. Sementara, 10 orang tidak lulus, karena tidak memenuhi syarat (TMS) ijazahnya tidak linear dengan pekerjaan yang diemban. Misalkan jabatan guru, namun keserjanaannya sarjana pertanian, sehingga tidak menyambung.

“Baru bisa digunakan pada saat kenaikan pangkat linear dengan posisinya nanti. Syarat yang diajukan perbup pangkat C dua tahun, kalau satu tahun TMS,” terangnya.

Dari 200 peserta itu kebanyakan dari guru, rata-rata yang masuk PNS lewat K2. Total peserta guru sekitar 180 orang, 20 non guru. Pelaksanaan ujian penyesuaian ijazah sarjana dibagi menjadi empat sesi, setiap sesinya sebanyak 50 orang.

“Ujian ini juga PNS harus menjawab soal sebanyak 100 dengan lama waktu 90 menit. Untuk menjawab soal itu harus menggunakan sistem CAT,” jelasnya.

Setelah mengikuti tes tertulis, selanjutnya peserta mengikuti tes wawancara. Setelah mereka mengikuti dua tes ujian tersebut baru dilakukan penilaian oleh panitia yang lalu bakal diumumkan besok atau lusanya.

“Hasilnya keluar langsung akan kita umumkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Regional X BKN, Hari Samasto menyampaikan, ujian penyesuaian ijazah sarjana ini memang harus dilakukan karena menyangkut kenaikan pangkat dan golongan. Penyelenggaraan ini sudah diatur pada PP Nomor 12 Tahun 2002 tentang penyesuaian ijazah sarjana.

“Setelah lulus baru bisa diberikan tambahan pangkat,” ucapnya.

Dia menambahkan, yang disesuaikan pada saat melamar menggunakan ijazah SLTA maka apabila sudah menerima sarjana maka boleh menyesuaikan, pangkat SLTA IIc kalau sarjana menjadi IIIa, maka bertambah gaji dan kesejahteraannya.

“Ini sudah lama berlaku,” katanya.(flo)