20.848 Calon Siswa Baru Mendaftar Jalur Zonasi di 150 SMA Negeri

Suasana pendaftaran calon siswa baru melalui jalur zonasi di SMAN 2 Mataram. (ABDI ZAELANI/RADAR LOBOK)

MATARAM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB mencatat sebanyak 20.848 pendaftar calon siswa baru pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025 mendaftar melalui Jalur Zonasi. Jumlah 20.848 calon siswa baru yang mendaftar itu tersebar di 150 SMA Negeri se- NTB. Pelaksanaan PPDB Jalur Zonasi jenjang SMA Negeri digelar pada 1-3 Juli 2024, secara serentak di Provinsi NTB.

“Jalur Zonasi yang mendaftar secara online sebanyak 20.848 orang dari 150 SMA Negeri se-NTB,’’ sebut Opetaror PPDB Dinas Dikbud Provinsi NTB Rama kepada kepada Radar Lombok, kemarin.

Rama menerangkan bahwa jumlah pendaftar calon siswa baru untuk jalur zonasi sesuai data yang diterima panitia PPDB sebanyak 20.848 orang mendaftar Di 150 SMA Negeri se-NTB. Sedangkan yang sudah terverifikasi sebanyak 19.853 orang dan sebanyak 995 peserta belum dilakukan verifikasi data.

Baca Juga :  SMA Muhammadiyah Mataram Hanya Dapat 9 Siswa Baru

Dikatakannya, hingga pukul 13.45 Wita yang belum terverifikasi sebanyak 995 orang pendaftar calon siswa baru. Sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB 2024/2025, pendaftaran dan verifikasi sekolah dilaksanakan pada  1-3 Juli. Kemudian dilanjutkan seleksi by system pada 4 – 5 Juli. Adapun pengumuan kepastian calon siswa baru diterima dilaksanakan pada 8 Juli 2024 dan pendaftaran ulang bagi calon siswa yang diterima pada 8-10 Juli.

“Pengumuman penetapan hasil PPDB SMA Jalur zonasi sendiri melalui akun masing-masing calon peserta didik,” jelasnya. Untuk diketahui, bahwa kuota jalur Zonasi sendiri kuotanya sebanyak 60 persen dari daya tampung sesuai dengan Juknis PPDB tahun pelajaran 2024/2025 ini.

Baca Juga :  Tiga Sekolah Sepi Peminat, Satu Ditutup

Terpisah, Ketua Panitia PPDB Dinas Dikbud Provinsi NTB Lalu Muhammad Hidlir menegaskan bahwa selama proses pendaftaran berlangsung lancar. Untuk di Narmada yang ada di Dusun Montong, Suranadi, Sesaot, Buwun Sejati sudah ada zonanya, yakni zona 1, 2 dan 3.

“Tidak ada pengaruhnya, makanya kalau zona 2 misalnya jaraknya 200 meter lalu zona 1 400 meter ya menang zona 2,’’ terangnya. Ia menjelaskan, jalur zonasi tidak melihat nilai, namun lebih melihat jarak dengan sekolah yang dituju. “Kalau di zonasi dilihat adalah jarak mana yang paling terdekat, itu yang diakomodir,” tutupnya. (adi)

Komentar Anda