19 Kasus Baru Positif, 11 Orang Sembuh

UPDATE : Data peta perkembangan Covid-19 di NTB tanggal 19 September 2020.

MATARAM–Angka kasus baru positif Covid-19 di NTB kembali lebih banyak dibandingkan pasien sembuh.

Data Gugus Tugas Provinsi NTB Sabtu (19/9/2020) mencatat tambahan kasus baru positif sebanyak 19 orang. Sedangkan pasien sembuh hanya 11 orang. Adanya kasus baru positif setelah pemeriksaan 160 sampel di laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, laboratorium PCR RS Unram, dan laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, sebanyak dengan hasil 130 sampel negatif, 11 sampel positif ulangan, dan 19 sampel kasus baru positif Covid-19.

Kasus baru positif tersebut, bertambah di Mataram dua orang, Lombok Barat empat orang, Lombok Tengah satu orang, Lombok Utara dua orang, Lombok Timur tujuh orang, Sumbawa satu orang, Dompu satu orang dan Kota Bima satu orang.

Sementara dari tambahan 11 orang pasien selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19 setelah melalui tahapan uji swab dua kali negatif ada 11 orang. Rinciannya dari Mataram tiga orang, Lombok Barat empat orang, Lombok Timur tiga dan Kota Bima hanya satu orang. “Dengan adanya tambahan 19 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 11 tambahan sembuh baru dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (19/9/2020) sebanyak 3.098 orang, dengan perincian 2.432 orang sudah sembuh, 182 meninggal dunia, serta 484 orang masih positif,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi melalui press release pada Sabtu malam.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah kasus suspek sebanyak 11.349 orang dengan perincian 381 orang (4%) masih dalam isolasi, 103 orang (1%) masih berstatus probable, 10.865 orang (95%) sudah discarded. Jumlah kontak erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 22.995 orang, terdiri dari 1.715 orang (7%) masih dalam karantina dan 21.280 orang (93%) selesai karantina. Sedangkan pelaku perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 75.952 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.010 orang (1%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 74.942 orang (99%).

Sekda juga mengingatkan kembali bahwa pandemi Covid-19 ini tidak akan pernah berakhir apabila tidak disertai peran serta dari semua elemen masyarakat. Vaksin paling efektif untuk mencegah penularan wabah ini adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan, yakni perilaku 3 M (mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). “Inilah cara paling efektif yang bisa menekan tingkat penularan dan kematian akibat Covid-19 di semua lapisan masyarakat,”katanya. (sal)