180 TKI Kembali Dipulangkan

illustrasi

MATARAM – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB melaporkan sebanyk 180 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) akan tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL), Rabu (28/4) hari ini. “Besok (hari ini, red) Rabu akan dipulangkan TKI sebanyak 180 orang. Karena selama bulan puasa dua kali dalam seminggu,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, I Gede Putu Ariady, Selasa (27/4).

TKI yang dipulangkan tersebut, lanjutnya, ada yang sudah habis masa kontraknya. Di tempat kerjanya sekarang sudah tidak bisa bekerja, maka dipulangkan. “Nah ini yang dilakukan sesuai dengan prosedur pemulangan itu. Baik untuk kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara dijemput oleh pemerintah kabupaten masing-masing dan di masing-masing daerah sudah ada tempat karantina karena harus dikarantina,” tegas Gede.

BACA JUGA :  Registrasi Kartu SIM Prabayar Pakai KTP dan KK

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Sedangkan untuk TKI asal Pulau Sumbawa, penjemputan masih ditangani Pemprov NTB. “Jadi kita nanti datang jemput ke bandara, petugas kami itu nanti membawa mereka (TKI) ke Asrama Haji NTB untuk dilakukan karantina. Kalau yang dari Mataram dan daerah lain tetap dijemput oleh pemeritah masing-masing tapi tetap kita monitor ini yang kita lakukan,” sambungnya.

Gede juga membeberkan, terhitung dari awal Januari 2021 hingga tanggal 23 April ini gelombang pemulangan (repatriasi) para tenaga kerja asal NTB tercatat sebanyak 6.757 orang. Repatriasi ini terbanyak dari negeri jiran, Malaysia. “Pekerja migran kita ini bekerja diberbagai sektor. Rata-rata yang repatriasi ini legal, mereka bukan pekerja gelap,” ungkapnya.

BACA JUGA :  BLH : Banyak Warga Lobar Buang Sampah di Wilayah Mataram

Pemulangan TKI tidak lain disebabkan juga karena dampak pandemi Covid-19. Dari sejak akhir  akhir 2019 lalu sampai pertengahan 2020, banyak negara memberlakukan pembatasan lalu lintas transportasi orang dan jasa. Seperti halnya dilakukan negara Malaysia misalnya.

Sejak Maret 2020 telah mengunci diri, arus keluar masuk orang lewat berbagai jalur tansportasi sangat diperketat. Imbasnya, banyak pekerja migran yang tertahan dan tidak bisa pulang ke tanah air. “Dan dari jumlah PMI yang sudah dipulangkan, terbanyak repatriasi dari Malaysia,” ucapnya. (sal)