18 Hektar Hutan KLU Kritis

TANAM: Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar bersama sejumlah SKPD dan masyarakat menanam pohon di Dusun Montong Bae Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG-Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar menanam pohon secara simbolis di Dusun Montong Bae Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang, kemarin (29/11).

Kegiatan ini dilakukan menyusul luasnya lahan kritis di daerah itu. Yakni dari 33.000 hektar luas hutan di Lombok Utara, terdapat 18 hektar dalam keadaan kritis. Karenanya, Dinas Pertanian Peternakan Kelautan Kehutanan dan Perkebunan (DPPKP) setempat terus menggalakan penanam bibit pohon di sejumlah lahan kritis, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan. ‘’Kegiatan penanaman pohon ini salah satu upaya mengurangi lahan kritis yang ada,’’ ujar Kepala DPPKKP Lombok Utara, Hermanto pada acara tersebut kemarin.

Selain Dusun Montong Bae, DPPKKP juga menyerahkan bantuan 171 ribu bibit pohon kepada beberapa kelompok di daerah itu. RHL sudah dilakukan sejak 2009 hingga saat ini dengan kegiatan penghijauan lingkungan dan pengembangan hutan rakyat, reboisasi, pengembangan sumber benih, dan perlindungan daerah tangkapan air atau mata air bekerja sama dengan KLH. Saat ini, kata Hermanto, di Lombok Utara ada dua kelompok yang sudah memiliki izin Hutan Kemasyarakatan (HKm) yakni kelompok HKm Santong dengan luasan wialayah 758 hektare dan kelompok HKm Maleko Bangkit Desa Jenggala seluas 1.200 hektare. “Kelompok lain masih menunggu izin dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehuatanan,” terangnya.

Dari 171 ribu bibit pohon, jelasnya, diberikan kepada tiga kelompok tani 66 ribu bibit, kegiatan reboisasi pengkayaan 12 ribu batan pohon, perlindungan mata air kepada kelompok tani sebanyak 20 ribu bibit pohon, kegiatan bibit penghijauan lingkungan 34.500 bibit pohon, pengembangan HKm sebanyak 13.500 bibit pohon, serta penyerahan bantuan bibit pengembangan pakan lebah sebanyak 25 ribu bibit pohon. “Kami berharap kelompok tani bisa memanfaatkan dan merawat dengan baik bantuan yang diberikan ini,” imbuhnya.

Sementara Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar mengapresiasi kegiatan tersebut. ‘’Saat ini semakin banyak hutan di Lombok Utara yang kondisinya memprihatinkan. Kasus illegal logging sering kita temukan,” bebernya.

Semakin luasnya hutan yang rusak disebabkan luas hutan yang ada tidak berbanding dengan petugas penjaga hutan (Polhut). Apalagi Lombok Utara selama ini hanya memiliki tujuh orang Polhut. Salah satu cara yang efektif untuk mencegah pembalakan maupun perambahan hutan adalah kearifan lokal di desa. Misalnya saja di salah satu desa memberlakukan aturan bagi warga yang memotong tiga pohon, maka harus mengganti dengan lahan seluas tiga are. Jika tidak sanggup maka warga tersebut akan dikeluarkan dari kampung adat. “Aktivitas untuk menghutankan kembali dan memperbanyak ruang terbuka hijau belum menjadi kebiasaan masyarakat. Karenanya pemerintah perlu melibatkan seluruh komponen dalam mengatasi masalah ini,’’ katanya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid