18 Dusun di KLU Sudah Mulai Minta Air Bersih

DISTRIBUSI: Petugas BPBD KLU sudah mulai mendistribusikan air bersih ke 18 titik kekeringan.(IST/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Sebanyak 18 dusun di sejumlah desa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) sudah mulai mengajukan permintaan air bersih. Permintaan ini lebih cepat dibandingkan tahun lalu. Biasanya Agustus. Apalagi saat ini pemerintah daerah belum menetapkan status kekeringan.

Kendati begitu, pemerintah daerah tetap mulai mendistribusikan air bersih ke dusun-dusun yang membutuhkan. “Sudah 18 dusun yang minta air bersih pada pertengahan Mei ini, 16 dusun di wilayah Kecamatan Bayan, 1 dusun di Kecamatan Tanjung, dan 1 dusun di Kecamatan Pemenang. Kami kaget permintaan air bersih lebih cepat dua bulanan, kalau dulu Agustus baru ada pengajuan air bersih,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD KLU Muhadi.

BACA JUGA :  DAK KLU Dipotong 65 Persen

Diungkapkan, lebih cepatnya kemarau memang sesuai prediksi BMKG, bahwa Mei sudah kemarau. Yang pertama kena itu wilayah Bayan dan Kayangan, namun wilayah Kayangan belum ada yang mengajukan. Justru Tanjung dan Pemenang bersamaan dengan Bayan. “Untuk Kecamatan Tanjung dan Pemenang memang dua titik berada di atas, kalau Kayangan mungkin titik-titik dulu itu sudah tersentuh dengan program pipanisasi, tentu kita berharap juga tidak ada penambahan titik baru (pipanisasi),” terangnya.

Sesuai mekanisme, pendistribusian air bersih dilakukan setelah menetapkan status kekeringan, namun kendati belum ditetapkan, pihaknya tetap menyalurkan air bersih. Pihaknya sudah menyiapkan 7,5 juta liter dengan 86 titik sasaran sesuai data tahun sebelumnya. “Kita berharap ketersediaan air bersih ini dapat tercukupi. Jikapun sudah habis tentu berkoordinasi dengan provinsi, dinas terkait, PMI atau NGO,” harapnya.

BACA JUGA :  Perempuan KLU Lebih Diunggulkan Menjadi Pengusaha

Ditambahkan, titik-titik kekeringan sudah mulai berkurang. Jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, itu mencapai ratusan titik dan sekarang tinggal 86 titik sesuai data lapangan tahun lalu. Pengurangan titik kekeringan karena ada program pipanisasi. “Selain itu aspirasi dewan yang diarahkan untuk penanganan air bersih berupa pembuatan sumur bor,” katanya. (flo)