16 Kali Beraksi di Kantor Wali Kota, Pelaku Mantan OB di Bappeda

MATARAM — Pelaku pencurian beruntun di Kantor Wali Kota Mataram akhirnya berhasil ditangkap Tim Puma Satreskrim Polresta Mataram.

Pelaku yang ditangkap berinisial AM, 21 tahun, warga Lingkungan Otak Desa Selatan Kelurahan Dayen Peken, Kecamatan Ampenan Kota Mataram. AM ternyata mantan karyawan yang bertugas sebagai office boy (OB) di Setda Kota Mataram. ‘’Pelaku ini pecatan OB di Bappeda,’’ ujar Kasatreskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa.

Kasus ini terungkap berkat kejelian petugas, salah satunya dengan penyelidikan maksimal. Dalam waktu singkat sejak kasus ini mencuat, kepolisian berhasil menangkap pelaku. ‘’Penyelidikan kita maksimalkan. Kita dapati profiling lengkap pelaku dari keterangan saksi yang bagus. Lalu kita dalami dan sampai ke pelaku kita dapatkan,’’ bebernya.

Pelaku berhasil ditangkap setelah polisi mendapat petunjuk dari penjualan handphone milik Bappeda yang dijual secara online. Juga dijual di salah satu konter handphone di Mataram. Petunjuknya mengarah ke pelaku. Pelaku kemudian diringkus sekitar pukul 21.00 Wita, Sabtu (26/6). Pelaku saat itu sedang ngobrol dengan temannya di salah satu apotek di Dayan Peken. ‘’Langsung kita amankan dan proses. Berdasarkan barang bukti, AM sudah ditetapkan sebagai tersangka,’’ terang Kadek.

BACA JUGA :  Polisi Amankan 1200 Detonator Bahan Peledak

Hasil interogasi, pelaku mengaku sudah melakukan pencurian di komplek kantor wali kota lebih dari 16 kali. ”Itu selama dia menjadi OB (office boy) di Bappeda. Sekarang kan sudah dipecat,’’ kata Kadek Adi Budi Astawa.

Dari 16 kali pencurian di Kantor Wali Kota Mataram, kerugian yang diderita pun cukup banyak. Secara keseluruhan, polisi memprediksi kerugiannya mencapai Rp 60 juta lebih. ‘’Sementara pelaku menerima keuntungan lebih dari Rp 11 juta. Itu barangnya kan dijual untuk memenuhi kebutuhannya. Tapi itu masih pengakuannya saja,’’ terangnya.

BACA JUGA :  Baiq Nuril Maknun Divonis Bebas

Masih dari penyelidikan petugas, kepolisian tidak hanya mengamankan AM tapi juga mengamankan sejumlah pihak yang diduga sebagai penadah. ‘’Ada beberapa penadah yang kita amankan juga. Sekarang kita sedang proses,’’ terangnya.

Kadek memastikan, pihaknya masih memburu rekan pelaku berinisial AB. Karena AM mengaku saat melakukan pencurian di Kantor Bappeda ditemani oleh AB. Pengakuan tersebut ditindaklanjuti petugas dengan melakukan pencarian. ‘’Ada satu pelaku lagi. Dia ini membantu saat mencuri di Bappeda. Temannya ini menunggu di motor. Hanya satu kali itu saja. Kita sudah DPO-kan ,’’ pungkasnya. (gal)