150 Hotel dan Restoran Terima Dana Hibah

HIBAH: Pengusaha hotel dan restoran segera mendapatkan dana hibah dari Kemenparekraf. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) sudah menetapkan 150 hotel dan restoran yang menerima dana hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparenkraf).

Penetapan penerima bantuan didasarkan empat kategori yaitu memiliki tanda daftar usaha pariwisata (TDUP), aktif membayar pajak daerah, tetap aktif sampai Agustus, dan tercantum dalam database. “Jumlah penerima dana hibah sudah ditetapkan sekitar 150 hotel dan restoran dengan jenis bervariasi sesuai kriteria yang dipersyaratkan,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwiasta (Disbudpar) KLU Vidi Ekakusuma.

Daftar penerima dana hibah ditetapkan oleh tim dari Inspektorat, Disbudar, dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Atas keputusan itu saat ini sedang dibuatkan surat keputusan sebagai dasar pencairan. Adapun hotel dan restoran yang tidak tercantum dalam daftar, murni karena belum memenuhi persyaratan. “Jadi, keputusan itu sudah final,” katanya.

Mekanisme pencairan, pihak hotel dan restoran akan menyusun kegiatan menyangkut gaji karyawan, revitalisasi, pembelian alat CHSE (Clean, Health, Safety, & Environment), pemberian diskon, dan lainnya. Terkait sistem pelaporan nanti manajeman hotel dan restoran merekap seluruh kegiatan dan bukti pengeluaran. “Jadi dua kali transfer. 50 persen uang sudah ready di kas daerah, tinggal direalisasikan. Nanti akan disosialisasikan jika sudah terealisasi tahap pertama baru terealisasi tahap kedua. Ditargetkan 23 Desember sudah tuntas, dan pihak hotel dan restoran harus membuat laporan,” jelasnya.

Setiap hotel dan restoran berbeda nominal yang diberikan. Tergantung kontribusi pembayaran pajak ke daerah. Dan dengan hibah ini diharapkan hotel dan restoran tetap beroperasi mendukung upaya pemerintah untuk pemulihan ekonomi. Selain itu diminta tetap aktif mempromosikan pariwisata supaya tamu-tamu kembali berdatangan. “Harapan kami, dari bantuan dana hibah, bisa meringankan beban dalam beroperasi dan bisa menjadi penyemangat tetap mempromosikan kunjungan wisatawan,” harapnya. (flo)