150 Desa Ditarget Ikut Lomba ADWI 2022

Yusron Hadi (Faisal Haris/Radar Lombok)

MATARAM – Pemprov NTB menargetkan 150 desa wisata bisa mengikuti lomba Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Hingga, Rabu (23/3) tercatat sebanyak 113 desa wisata telah mendaftar dengan waktu yang tersisa sampai 31 Maret 2022 untuk pendaftaran. Dari jumlah desa yang sudah mendaftar tersebut, tinggal menunggu verifikasi kabupaten. Karena tidak kurang dari 125 desa wisata belum mendapatkan verifikasi. “Tahun ini kita target peserta dari NTB 150 desa wisata ikut lomba dapat tercapai,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Yusron Hadi, Kamis (24/3).

Desa wisata yang mengikuti kompetisi AWDI 2022 ini, menurut dia, juga menjadi tempat singgah wisatawan dan penonton pada saat gelaran MotoGP Mandalika pada 18-20 Maret lalu. Dari mayoritas penonton MotoGP Mandalika yang hadir menyaksikan event balap motor kelas dunia itu, kebanyakan memilih tiga desa wisata sebagai tempat menginap dan tujuan kunjungan. Yakni Desa Wisata Tetebatu, Bilebante, dan Sade Rembitan. Bahkan dari aktivitas pariwisata di Desa Wisata Bilebante selama MotoGP Mandalika misalkan, mampu menghasilkan transaksi hingga Rp 1 miliar. “Kehadiran para artis nasional menginap di sana, misalnya di Desa Wisata Bilebante yang dikabarkan meraup nilai transaksi luar biasa dari homestay dan daya tarik wisata. Kita dengar perputaran uang sampai Rp 1 miliar,” sebutnya.

Yusron menyebutkan, desa wisata yang mendaftar lomba ADWI 2022. Yakni, untuk Lombok Timur sebanyak 62 desa. Terdiri dari 44 desa budaya dan 18 desa wisata. Rincinya, Desa Wisata Kembang Kuning, Desa Wisata Perigi, Desa Wisata Pringgabaya, Desa Wisata Budaya Kotaraja, Desa Wisata Loyok, Desa Wisata Labuhan Lombok, Desa Wisata Lenek Ramban Biak, Desa Wisata Seruni Mumbul, Desa Wisata Pulau Maringkik, Desa Wisata Sugian, Desa Wisata Wanasaba, Desa Wisata Tetebatu Selatan, Desa Wisata Surabaya, Desa Wisata Semaya, Desa Wisata Aikdewa, Desa Wisata Aikmel, Desa Wisata Bilok Petung, dan Desa Wisata Sembalun Bumbung.

Baca Juga :  Surat Kuasa Penagihan Utang Gubernur Beredar Luas

Sementara untuk desa budaya, yakni Desa Wisata Danger, Desa Wisata Pare Mas, Desa Wisata Pesanggrahan, Desa Wisata Tanjung Luar, Desa Tenun Gedogan Tanggul Pringgasela, Desa Wisata Tetebatu, Desa Wisata Jeruk Manis, Desa Wisata Obel-Obel, Desa Wisata Sembalun Timba Gading, Desa Wisata Jerowaru, Desa Wisata Seriwe, Desa Wisata Sajang, Desa Wisata Lenek Daya, Desa Wisata Dara Kunci, Desa Wisata Timbanuh, Ijobalit Maik Anyir, Desa Wisata Kesik, Desa Wisata Ketapang Raya, Desa Wisata Lendang Nangka, Desa Wisata Padak Guar, Desa Wisata Sembalun Lawang, Desa Wisata Senanggalih, Tirtanadi Agro Wisata, Desa Wisata Toya, Desa Wisata Mamben Baru, Desa Wisata Labuhan Haji, Desa Wisata Dadap, Desa Wisata Anjani, Desa Wisata Jurit Baru, Desa Wisata Labuan Pandan, Desa Wisata Perian, Desa Wisata Sembalun, Desa Wisata Suradadi, Desa Wisata Suryawangi, Desa Wisata Tumbuh Mulia, Desa Wisata Banjarsari, Desa Wisata Kembang Kerang, Desa Wisata Lenek Pesiraman, Desa Wisata Mekarsari, Pengadangan, Desa Wisata Budaya Sapit, Dasan Borok, dan Kembang Kerang Daya.

Sementara terdapat 18 desa di Lombok Tengah. Yakni, Desa Wisata Bilebante, Desa Wisata Mas-Mas, Desa Wisata Aik Bual, Desa Wisata Kopang Rinjani Shelter, Taman Wisata Edukasi Religi Desa Jango, Desa Wisata Halal Setanggor, Desa Wisata Puyung, Desa Wisata Beleka Sentra Kerajinan Rotan & Letak/Atte, Desa Wisata Karang Sidemen, Desa Wisata Lantan, Desa Wisata Rembitan-Sade, Desa Wisata Sukarara, Desa Wisata Sintung Park,  Awang, Desa Wisata Lendang Ara, dan Popokdarwis Kabul Mareje Mandalika Tourism Village, Desa Wisata Aik Berik dan Kampung Oksigen.

Baca Juga :  Curhatan Hati Orang Tua Inaya-Anaya Setelah Anaknya Berhasil Jalani Operasi Pemisahan

Selanjutnya, Kabupaten Lombok Barat terdapat 7 desa. Yakni, Desa Wisata Banyumulek, Desa Wisata Batu Kumbung, Desa Wisata Buwun Sejati, Desa Wisata Sedau, Desa Wisata Lembar Selatan, Desa Wisata Mekarsari Narmada, dan Mangrove Tanjung Batu. Kemudian, Kabupaten Lombok Utara (KLU) ada 6 desa wisata yakni, Desa Wisata Bayan, Desa Wisata Genggelang, Desa Wisata Gili Indah, Desa Wisata Karang Bajo, Desa Wisata Senaru, dan Desa Wisata Taman Laut Pandanan.Sementara, Kota Mataram terdapat 3  wisata yang mendaftar yakni, Taman Hiburan Rakyat Loang Baloq, Giung Siu dan Kampung Wisata Tanjung Karang.

Untuk Kabupaten Sumbawa terdapat 5 desa wisata yang mendaftar yakni, Desa Wisata Moyo Hilir, Desa Wisata Santong Menggoda, desa Wisata Tiu Pasai Lape, Agro Olat Ode dan Ekowisata Bahari Prajak. Kemudian, Kabupaten Sumbawa Barat terdapat ada 4 desa wisata, yakni desa Wisata Bukit Not Beia Beka Taliwang, Desa Wisata Labuhan Kertasari, Desa Wisata Labu Balad dan Danau Lebo.

Selanjutnya, Kabupaten Dompu terdapat lima desa wisata yakni, Desa Wisata Labuan, Desa Wisata Madaprama, Desa Wisata Hu’u Lakey, Tambora dan Desa Wisata Malaju Mantika. Sementara, Kota Bima hanya terdapat satu wisata yang mendaftar yakni Kampung Wisata Tenun Ntobo. Dan, Kabupaten Bima hanya 2 desa wisata yang mendaftar yakni, Desa Wisata Karumbu dan Desa Wisata Tolouwi. “Tahun lalu, kita hanya mendaftar 80 desa wisata saja. Yang hasilnya kemudian 3 desa wisata kita,  Senaru, Sesaot dan Bonjeruk masing-masing mendapat posisi yang baik dalam katagori daya tarik objek, CHSE dan juga kebersihan toilet. Kali ini kita akan mengajukan jawara yang lebih bagus dari peserta tahun lalu. Seperti Tetebatu, Gili Indah, dan banyak yang lain akan ikut bersaing,” sambung Yusron. (sal)

Komentar Anda