15 Ribu Pekerja Pariwisata NTB Dapat Bantuan Paket Sembako

MATARAM—Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB bersama dengan Kemenparekraf RI, terus berupaya untuk merancang pembenahan dan pemulihan industri kreatif dan pariwisata. Itu karena selama pandemi virus corona (Covid-19), dunia usaha di sektor pariwisata mengalami pelemahan, hingga berdampak pada banyak hal. Salah satunya tenaga kerja yang dirumahkan (unpaid leave), bahkan hingga PHK.

“Dinas Pariwisata NTB mencatat sedikitnya ada 15.000 pekerja yang dirumahkan. Dengan rincian 6.122 di bidang hotel, 1874 di bidang Pokdarwis, 1357 Travel/Guide, 676 Porter, Homestay 213, 2410 Ekraf/IKM, 394 Sanggar Seni, 353 Lapak Kuliner, 617 Boatman dan 984 kebersihan, tiket dan asongan,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Moh Faozal, Jumat (15/5/2020).

Disampaikan Faozal, pihaknya akan terus merancang strategi untuk memulihkan dampak dari pandemik Covid-19, termasuk membuat mitigasi di sektor pariwisata hingga masa pandemi ini berakhir. Menurutnya, program padat karya tunai menjadi fokus utama pemerintah selama masa recovery Covid-19, dengan mengutamakan aspek pemberdayaan masyarakat desa khususnya yang miskin, terdampak PHK dan bersifat produktif. Selain itu, juga mengutamakan pemanfaatan sumberdaya, tenaga kerja, bahan/material dan teknologi lokal, meningkatkan pendapatan dan daya beli, serta mengurangi pengangguran.

“Upaya untuk merancang pembenahan dan pemulihan industri kreatif dan pariwisata terus dilakukan oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB. Upaya tersebut dilakukan dengan 3 tahap, tahap tanggap darurat, tahap pemulihan dan tahap normalisasi,” sebut Faozal.

Fase tanggap darurat lanjutnya, telah dimulai sejak bulan Maret, hingga akhir bulan Mei. Dispar NTB telah melakukan upaya untuk menekan dampak buruk yang terjadi pada perekonomian masyarakat di sektor pariwisata. Salah satu langkah yang diambil adalah berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta pemerintah kabupaten/kota untuk membantu para pekerja. Termasuk mendorong kebijakan fiskal bagi pelaku pariwisata berdasarkan permohonan asosiasi.

“Berdasarkan permohonan itu, pihak kementerian (pariwisata dan ekonomi kreatif) melakukan refocusing anggaran untuk membantu para pekerja yang terdampak. Berdasar hal ini, NTB mendapat bantuan dengan kuota 15 ribu paket bahan makanan pokok bantuan Kemenparkraf untuk pekerja yang terdampak,” jelas Faozal seraya berharap, hal ini bisa berpengaruh positif dan meringankan beban kepada para pekerja yang dirumahkan.

Kebijakan lain yang dilakukan Dinas Pariwisata NTB dalam fase tanggap darurat, yakni membuat Command Center di Dinas Pariwisata NTB, mengidentifikasi dan mengumpulkan data pelaku usaha pariwisata yang terdampak Covid-19, penyusunan bahan tayangan terkait Covid-19 dalam bentuk infografis, membuat surat edaran Gubernur yang ditujukan kepada Bupati/Walikota, Asosiasi kepariwisataan se-NTB, melakukan upaya sterilisasi melalui disinfektisasi di kawasan 3 Gili, Kuta Mandalika, Islamic Center, dan lainnya.

Juga menjalin komunikasi dengan stakeholder pariwisata melalui pertemuan rutin via online meeting dan Program Training Via Online Platform (Teleconfrence), menggunakan hotel-hotel yang masih buka sebagai opsi tempat isolasi mandiri para penumpang transportasi udara, laut dan darat dari luar daerah. Pun mengupayakan keringanan biaya listrik, air, sewa (untuk hotel, usaha atraksi, pelaku pariwisata).

Kemudian pada fase pemulihan, direncanakan dilakukan pada Juni hingga Desember 2020. Faozal berharap, pandemi ini bisa segera berakhir agar bisa fokus mendorong bergeraknya industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Di awal fase ini, ada konsep New Normal pada promosi dengan sasaran pariwisata pasar domestik yang dibagi ke dalam beberapa bagian daerah. Preferensi produk wisatawan pada new normal akan beralih ke produk yang lebih menekankan physical distance, seperti kesehatan, self-driving, outdoor activity, dan lainnya.

Pada kondisi new normal, orang-orang masih berwisata dengan sejumlah prosedur yang berbeda dari sebelumnya. Standar kebersihan, kesehatan, kenyamanan, dan keamanan untuk pelanggan menjadi lebih tinggi dari sebelumnya.

Upaya penerapan konsep new normal di berbagai bidang itu diantaranya industry dan asosiasi menyusun protokol kesehatan yang berlaku untuk periode New Normal before Vaccine, memberikan layanan yang memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan, dan menjalankan protokol yang telah ditetapkan.

Pemerintah menyetujui, mengawasi berjalannya protokol kesehatan dan memantau dampak, sekaligus mewaspadai datangnya gelombang baru, mendorong upaya-upaya yang berkaitan dengan keberlanjutan usaha wisata, mendorong dan menjaga tumbuhnya investasi wisata. Kemudian masyarakat memberikan dukungan dan mencari peluang dari adanya bisnis wisata, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan.

Kemudian media mendukung promosi destinasi wisata yang telah siap untuk kembali dibuka dengan protokol yang baru. Selanjutnya LSM membantu masyarakat agar dapat mengambil peluang dari adanya industri wisata, dan akademisi mengedukasi para pemangku kepentingan agar NTB siap meningkatkan kualitas SDM-nya, serta membentuk mental model yang terbuka untuk pengembangan pariwisata serta siap menghadapi persaingan.

Dinas Pariwisata Provinsi NTB terus Koordinasi dengan Kabupaten/Kota mengenai dampak Covid-19 di semua komponen Pariwisata (Kelembagaan, Industri, Pemasaran dan Destinasi), dan akan mengadakan event-event berskala Nasional maupun Internasional berupa PR-ing (testimoni positif sebagai Trauma Healing) – agar industri memviralkan setiap testimoni positif.

Promosi pada semua media di dalam negeri dan Luar Negeri dan mengundang dubes sahabat sites visit ke kek Mandalika dan sekitarnya untuk melihat situasi terkini dan terua melakukan Sterilisasi dan Sanitasi pada Venue Mice. Serta Menawarkan produk lokal menjadi cinderamata di Kemenparekraf, hal hal tersebut diharapkan agar mampu meringankan beban psikis dari element masyarakat di sektor pariwisata yang terdampak terutama di bidang ekraf.

Dan di bulan Januari hingga Desember 2021 merupakan fase normalisasi untuk mengembalikan kembali eksistensi kepariwisataan NTB. Hal-hal yang dilakukan Dinas Pariwisata NTB adalah dengan memperbanyak jalur penerbangan udara domestik dan luar negeri (charter flight/reguler flight), guna memberikan kemudahan kepada wisatawan mancanegara untuk datang berkunjung ke NTB.

Lainnya, promosi destinasi dan ekonomi kreatif bersama Kemenparekraf RI, dan mengajak para stakeholders pariwisata domestik lebih gencar memasarkan paket-paket wisata yang lebih menarik. Kemudian mengadakan thematic events di daerah yang lebih spektakuler, memperkuat promosi digital melalui website, influenser, vloger/blogers, dan Medsos.

“Promosi juga dilakukan melalui kegiatan familiarization trip (Famtrip) bagi travel agent dan media asing. Hal ini tentunya dilakukan agar memberikan keyakinan kepada wisatawan, bahwa NTB siap dan aman untuk dikunjungi kembali. Dukungan kepada destinasi yang ada berupa peningkatan safety and security, SDM, atraksi meliputi Pokdarwis dan penguatan desa wisata,” pungkas Faozal. (gt)