Hanya 15 Menit, 700 Kg Gula Pasir Ludes Terjual

MATARAM—Ratusan warga Kelurahan Abian Tubuh, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Senin pagi (20/6,) menyerbu pasar murah, khususnya gula pasir yang disiapkan distributor. Hanya butuh waktu 15 menit saja, gula pasir kristal sebanyak 700 kilogram tersebut langsung ludes terjual, dibeli oleh ratusan warga yang memadati areal pasar murah.

Bahkan dalam pasar murah yang diselenggarakan Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) NTB dan Pemkot Mataram, yang menggandeng 12 distributor kebutuhan pokok tersebut dari jam 08.00 Wita masyarakat sudah berjejer di depan stand PT PPI selaku distributor gula pasir yang menyiapkan 700 kilogram.

Begitu masuk pukul 09.00 Wita, warga sudah saling berdesakan memaksa petugas PT PPI yang melayani penjualan gula pasir agar segera melayani warga. Alhasil, pasar murah khususnya stand gula pasir nyaris ricuh, karena banyaknya warga yang berdesakan untuk membeli gula pasir.

Terlebih lagi, saat itu belum ada aparat keamanan yang menjaga, baik itu dari Sat Pol PP maupun aparat kepolisian. Hanya sekitar 15 menit, gula sebanyak 700 kilogram itu langsung ludes terjual. Harga jual yang diberikan pihak PT PPI adalah Rp10 ribu/kg. Dimana setiap satu kilogram diberi subsidi Rp2500 oleh BMPD Provinsi NTB.

Selain gula pasir yang laris manis di Pasar Murah tersebut juga adalah beras premium yang dijual oleh Perum Bulog Divisi Regional (Divre) NTB. Dalam waktu 30 menit, sebanyak 200 kilogram beras premium habis terjual. Harga jual juga lebih murah dibandingkan di pasar, dimana dijual seharga Rp7.000/kg setelah disubsidi sebesar Rp2.000/kg.

BACA JUGA :  Disperindag : Gula Aren Tekan Produksi Miras

Begitu juga dengan telur ayam juga diserbu warga, dimana harga di pasar sudah tembus dengan harga Rp45 ribu/terai (30 butir), sementara harga jual di pasar murah hanya Rp36 ribu/terainya.

Ketua BMPD NTB yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Prijono langsung memantau pelaksanaan pasar murah di Kelurahan Abian Tubuh bersama Dirut Bank NTB, H. Komari Subakir, Vice President Area Head Mataram, Gunawan Edi S, Kepala Bappeda Mataram, Lalu Martawang, Kepala Diskoperindag Mataram,Wartan.

Prijono mengatakan, pelaksanaan pasar murah selama bulan puasa Ramadhan ini sebagai salah satu upaya untuk stabilisasi harga kebutuhan pokok yang cenderung naik bahkan jelang lebaran Idhul Fitri 1437 Hijriyah.

“Kami dari BMPD NTB memberi subsidi untuk sejumlah kebutuhan mencapai Rp30 juta. Sehingga harga yang dibeli masyarakat itu di pasar murah merupakan sudah di subsidi serta dibawah harga pasar kecuali daging sapi,” kata Prijono didampingi Direktur Utama Bank NTB, H. Komari Subakir selaku wakil ketua BMPD NTB, serta Vice Preisden Area Head Mataram, Gunawan Edi S. dan Kepala Bappeda Kota Mataram, Lalu Martawang.

BACA JUGA :  Pengusaha Roti Keluhkan Harga Gula

Sejumlah kebutuhan pokok yang disubsidi oleh BMPD NTB di pelaksanaan pasar murah adalah beras disubsidi Rp2.000/kg, gula pasir Rp2.500/kg, telur Rp2 ribu/terai, minyak goreng kemasan dan bawang merah. Sementara itu untuk daging sapi beku yang dijual di pasar murah kurang mendapat respon dari masyarakat. Dengan harga Rp100 ribu/kg untuk daging kelas 1 dinilai warga masih mahal dibandingkan harga di pasar. Selain itu warga juga enggan membeli daging sapi karena beku, sementara masyarakat lebih suka daging sapi yang masih segar.

Untuk di Kota Mataram, pasar murah digelar di enam titik. Pasar murah di Kota Mataram dengan langsung melibatkan pihak distributor tersebut dimulai dari tanggal 20 Juni sampai 27 Juni di enam kecamatan di Kota Mataram.

Untuk tanggal 20 Juni dilaksanakan di RPH Abian Tubuh, Belakang Kantor Lurah, Abian Tubuh, Sandubaya, tanggal 21 Juni di Kampus Universitas 45 Mataram, Sindu, Cakranegara, tanggal 22 di Lapangan Karang Genteng, Pagutan, tanggal 23 di Monjok Barat,, Lingkungan Oloh Barat, Kecamatan Selaparang, tanggal 25 Juni di kantor Camat Ampenan, dan tanggal 27 di Lapangan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela. (luk)