1438 Nelayan Lombok Timur Terima Bantuan Konverter Kit Gas

Nelayan Lombok Timur Terima Bantuan Konverter Kit Gas
KONVERTER KIT: Anggota Komisi VII DPR RI Dapil NTB, Dr. H. Kurtubi, Dirjen Migas Kementerian ESDM RI, Ego Syahrial dan Wabup Lotim, H. Khaerul Warisin, saat uji coba perahu nelayan dengan konverter kit berbahan bakar LPG, Senin (6/11). (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

SELONG—Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI membagikan 1438 paket perdana konverter kit, dari 2.000 unit menjadi jatah nelayan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) untuk mesin perahu kapal perikanan nelayan kecil di sejumlah wilayah pesisir pantai.

Pembagian 1438 unit mesin konvertir kit menggunakan gas sebagai bahan bakarnya diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM RI, Ego Syahrial, di Pantai Labuan Haji, Lombok Timur, Senin kemarin (6/11).

Penyerahan mesin konverter kit untuk nelayan kecil tersebut, dihadiri juga anggota Komisi VII DPR RI Dapil NTB, Dr. H. Muhammad Kurtubi, Wakil Bupati Lombok Timur, H. Khaerul Warisin dan Operation Area Manager Jatim & Balinusra, R Totok Sugiharto.

Dirjen Migas Kementerian ESDM RI, Ego Syahrial mengatakan, pembagian konverter kit untuk nelayan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan energi nasional melalui diversifikasi energy, yaitu menyediakan alternatif energi yang dapat digunakan masyarakat.

BACA JUGA :  8 Ribu Nelayan NTB Dijamin Asuransi

LPG dipilih sebagai energi alternatif yang dapat digunakan oleh nelayan, karena sudah familiar di masyarakat, serta kinerja mesin penggerak yang menggunakan LPG relatif sama dengan motor berdaya rendah.

“Program konversi BBM ke LPG untuk nelayan juga bertujuan memberikan energi yang murah, bersih, aman dan ramah lingkungan. Selain itu juga membantu mengelola ekonomi masyarakat nelayan agar lebih sejahtera,” kata Ego Syahrial.

Ia menjelaskan, rata-rata penghematan yang diperoleh dengan menggunakan LPG mencapai 50 persen dibanding menggunakan BBM. Sebagai contoh, untuk satu kali melaut, biasanya diperlukan BBM sebanyak 2 liter atau sekitar Rp16.000. Sedangkan apabila menggunakan LPG, per tabung LPG yang dibeli seharga Rp20.000, dapat digunakan untuk 3 hari. “Nelayan bisa lebih menghemat BBM dengan menggunakan converter kit LPG ini. Harapannya nelayan semakin sejahtera,” ujarnya.

Pada tahun 2017, Kementerian ESDM RI membagikan 17.081 paket konkit dengan anggaran  Rp 120,92 miliar untuk 28 kabupaten/kota se Indonesia. Hingga saat ini, paket konkit telah rampung dibagikan di 11 kabupaten/kota. Pemerintah optimis sisa daerah wilayah lainnya akan rampung sesuai jadwal pada akhir Desember 2017. “Kami berharap tahun 2018 mendatang, akan lebih banyak lagi nelayan yang kebagian mendapatkan bantuan koverter kita LPG ini,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Dapil NTB, Dr. H.Kurtubi mengatakan, program pembagian konverter kit bagi nelayan kecil tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah membantu nelayan dalam menekan biaya operasional khsusnya pembelian BBM dari solar/bensin.

“Menggunakan mesin konverter kit dengan bahan bakar LPG lebih efisien dan menekan biaya nelayan. Selain itu berdampak terhadap waktu melaut lebih lama dan tangkapan tentunya lebih banyak,” kata Kurtubi.

Ia mengatakan, program konversi dari BBM ke LPG untuk bahan bakar konverter kit perahu nelayan sebagai salah satu program menukseskan diversifikasi enegeri untuk tekahanan energi nasional. Karena dalam pelaksanaannya di sejumlah daerah yang lebih dahulu menggunakan konverter kit telah membuktikan efisien penggunaan konverter kit berbahan bakar LPG.

“Kalau biaya yang dikeluarkan oleh nelayan lebih rendah, maka otomatis produksi yang dihasillkan akan meningkat. Harapannya, tentu bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan,” ungkapnya.

Karena itu, sambung Kurtubi, untuk program tahun 2018, Komisi VII DPR RI mendukung Kementerian ESDM RI dalam memperbanyak bantuan converter kit kepda nelayan. Begitu juga berharap di tahun 2018 mendatang, nelayan yang ada di seluruh Provinsi NTB bisa menerima bantuan konverter kita LPG. Sehingga biaya operasional nelayan kecil ini lebih efisien dan kesejahteraan mereka bisa meningkat menjadi lebih baik.

BACA JUGA :  Masyarakat Keluhan Tarif Parkir RSUD dr Soedjono Selong

“Program ini terbukti manfaatnya bagi nelayan kecil. Karena itu, tahun 2018 mendatang kami di Komisi VII DPR RI akan memperjuangkan semakin banyak nelayan mendapatkan bantuan ini,” pungkasnya.

Sementara itu, nelayan yang berhak menerima konkit harus memenuhi persyaratan, antara lain memiliki kapal dengan ukuran 5 GT, berbahan bakar bensin, memiliki daya mesin lebih kecil atau sama dengan 13 HP, menggunakan jenis alat tangkap  yang ramah lingkungan serta belum pernah menerima bantuan sejenis.

Paket perdana konverter kit yang dibagikan ini, terdiri dari mesin penggerak berbahan bakar bensin, tabung LPG isi 3 Kg sebanyak 2 unit  beserta isinya, konverter kit berikut aksesorisnya (reducer, regulator, mixer, dll) serta as panjang dan baling-baling.

Adapun nelayan yang menerima bantuan konverter kit dari Kementerian ESDM RI untku tahap pertama sebanyak 1438 unit itu berasal dari Kecamatan Pringgabaya, Sambelia, Jerowaru, dan Keruak. Jumlah ini merupakan bagian dari total 2000 paket konverter kit yang tahun ini dibagikan di Lotim. (luk)