14 Ribu Warga Lombok Timur belum Punya NIK

14 Ribu Warga Lotim belum Punya NIK
PELAYANAN : Aktivitas pelayanan data kependudukan di Dukcapil Lotim yang setiap hari selalu ramai. (M. GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Sekitar 14 ribu warga Lombok Timur dinyatakan belum memiliki  Nomor Induk Kependudukan (NIK).  Hal itu tersebut   berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil ) dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

14 ribu warga yang belum memiliki NIK itu tersebar di semua wilayah Lotim.  Karenanya Dukcapil langsung bergerak  setelah menerima laporan. Perbaikan terhadap warga yang belum memiliki NIK ini telah mulai dilakukan sejak beberapa waktu lalu. 

“ Dari 14 ribu warga yang belum ditemukan NIK-nya itu. Dan progresnya sekarang dari sekitar 6 ribu laporan itu sudah bisa diisi NIK-nya,” ungkap Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dukcapil Lotim, Admayakin, Kamis (5/4).

Karenanya dinas akan berupaya semaksimal mungkin menuntaskan masalah ini. Dan diupayakan dari 14 ribu warga yang belum ditemukan NIK-nya itu bisa diselesaikan sebelum tanggal 17 April.

“Kita mencarinya lewat data yang kita miliki. Dan sebagian sudah kita temukan,” kata dia.

Selain persoalan warga yang belum memiliki NIK, hal lainnya menjadi perhatian yaitu soal banyak warga yang  belum memiliki dokumen pengganti KTP yakni berupa surat keterangan (Suket). Baik itu warga yang telah melakukan perekaman namun KTP-nya belum dicetak maupun mereka yang sama sekali belum melakukan  perekaman. Untuk itu bagi warga yang  belum memiliki KTP,  mereka akan diberikan pengganti KTP berupa Suket.  Nantinya Suket itu bisa digunakan warga untuk menyalurkan hak pilih di Pilkada Lotim.

“Makanya bagi warga yang telah melakukan perekaman kita upayakan supaya mereka bisa segera  KTP-nya dicetak ‘’ ungkapnya.

Soal pencetakan KTP dipastikan semuanya tidak ada masalah. Pencetakan E-KTP ini kata dia setiap hari tetap berjalan. Sebab jumlah blangko yang ada di Dukcapil terbilang sangat mencukupi.“ Soal  blangko tidak ada masalah. Kita cukup. Bahkan dalam waktu dekat ini saya akan ke Jakarta lagi untuk mengambil jatah blangko itu,” lanjutnya.

Dikatakan, dari 1,2 juta lebih jumlah pendudukan di Lotim, sebanyak 922. 929  warga yang wajib E-KTP. Sementara hingga memasuki bulan keempat 2018 ini, target perekaman E-KTP secara presentasi sudah mencapai 91 persen. Atau sekitar 866 ribu lebih warga yang telah melakukan perekaman data.

‘’ Sisanya yang belum melakukan perekaman sekitar 36 ribu,‘’ sebutnya.

Karenanya dinas terus gencar melakukan perekaman sebagai upaya untuk menuntaskan warga yang belum melakukan perekaman. Perekaman tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten dan kecamatan saja. Dinas juga turun memberikan pelayanan sampai ke   tingkat desa. Cara nya itu dengan mendatangi semua desa di Lotim sesuai dengan agenda yang ditentukan.” Makanya kita targetkan sisa warga yang belum melakukan perekaman itu kita yakin akan bisa selesai sebelum target ditentukan. Terutama sebelum Pilkada ini ‘’ tutup dia.

Sementera itu salah seorang warga Masbagik, Yoni Ariadi mengaku kedatangannya ke Dukcapil untuk menanyakan E-KTP keluarganya yang belum kunjung dicetak. Padahal perekaman dilakukan sudah lama.

‘’ Sudah saya tanya. Ternyata  datanya tidak ditemukan.  Saya diminta untuk rekam lagi. Kalau yang satunya ada. Dan langsung di cetak ‘’ kata Yon. (lie)