134 TKI Asal NTB Jalani Karantina di Surabaya

Kedatangan para TKI NTB di Bandara Juanda Surabaya. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Sebanyak 134 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau sekarang disebut Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB tiba Bandara Juanda Surabaya, pada Jumat (30/7/2021) kemarin.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi menyampaikan, bahwa berdasarkan laporan yang diterima dari giat monitoring yang dilakukan UPT BP2MI Provinsi NTB bahwa PMI yang dipulangkan dari negara penempatan Malaysia karena habis kontrak kerja. “Sejumlah 134 PMI asal NTB adalah pekerja di perusahaan Sime Darby Plantation Bhd Malaysia yang telah selesai kontrak kerja,” ungkap Gde sesuai laporan yang diterima soal pemulangan PMI asal NTB, kemarin.

Baca Juga :  Seorang Pria di Surabaya Lombok Timur Gantung Diri dengan Cok Roll

PMI asal NTB tersebut, belum dapat dipulangkan ke daerah asal masing-masih karena harus menjalani karantina di Surabaya.

Meski begitu, lanjutnya, para PMI telah diberikan biaya tiket kepulangan lanjutan ke Lombok yang diberikan oleh perusahaan pada saat keberangkatan ke Surabaya. “Setelah proses karantina dan negatif hasil PCR Swab para PMI tersebut akan dipulangkan  ke daerah asal,” sambungnya.

Gde juga menambahkan bahwa PMI tersebut baru akan dipulangkan ke Lombok setelah selesai karantina selama lima hari. Jika hasil PCR Swab negatif maka akan dipulangkan tetapi ketika positif akan dilakukan perawatan di Surabaya d ilokasi karantina yang sudah disiapkan. “Kalau bergejala ya di-treatment di sana,” tambahnya.

Baca Juga :  NTB Ditegur Mendagri karena Lelet Cairkan Dana Covid-19

Sementara untuk alamat lengkap dari 134 PMI tersebut, lanjut Gde belum dapat dibeberkan karena pihaknya akan melakukan pendataan lebih lanjut ketika para PMI sudah ditiba di Lombok sebab data yang diterima belum dilengkapi dengan alamat asal PMI. “Kita baru terima daftar namanya, tapi belum tertera alamat lengkap. Mungkin nanti saat dipulangkan ke NTB, kita diberi alamat lengkap,” ungkapnya. (sal)

Komentar Anda