13 Warga NTB Terjangkit Corona Delta

Jumpa Pers Wagub NTB Hj Sitti Rohmi DJalillah terkat corona delta. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB mengumumkan sebanyak 13 pasien terkonfirmasi positif corona delta (B.1617.2) di wilayah NTB.

Hal tersembut disampaikan langsung Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, yang juga Ketua Gugus Penanganan Covid-19 Provinsi NTB saat melakukan jumpa pers. “Kami mengonfirmasi varian delta sudah ada di NTB, jadi yang terindikasi 13 kasus yang katagori varian baru delta,” ungkapnya kepada awak media di Kantor Gubernur NTB, Jumat (9/7/2021).

Disebutkan, dari 13 kasus varian delta tersebut, 5 orang sudah dinyatakan sehat, 4 orang sedang isolasi mandiri, dan hanya 1 orang yang masih dalam pantauan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB. “Alhamdulillah kondisi mereka hampir semua dalam kondisi baik. Memang ada satu yang masih terus dalam pantuan, karena kondisinya kita antisipasi mudah-mudahan tidak memburuk tapi yang lain sudah ada yang selesai isolasi,” ucapnya.

BACA JUGA :  17 Ketentuan PPKM Darurat Kota Mataram Mulai 12 Juli

Meski demikian, Pemprov NTB mengingatkan kepada seluruh masyarakat NTB supaya bisa menghadapi penyebaran covid-19 dengan tenang. “Ketenangan itulah yang membuat seluruh energi yang ada bisa bersinergi bersama-sama untuk bagaimana kita bisa bersama-sama menghindari penyebaran virus,” ucapnya.

Sebab menurut Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB ini, ketenangan harus bisa diikuiti dengan kewaspadaan yang semakin tinggi. “Artinya semua kita sadar bahwa keselamatan kita ditentukan seberapa patuh dan disiplinnya kita didalam mematuhi protokol kesehatan,” tambahnya.

BACA JUGA :  Pemerintah Pusat Terapkan PPKM Darurat di Kota Mataram Mulai 12 Juli

Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi NTB bersama 10 pemerintah kabupaten/kota di NTB ke depan harus semakin giat lagi dalam meyakinkan bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan agar taat protokol kesehatan.

Wagub juga mengimbau masyarakat agar mau divaksinasi guna mencapai target 70 persen masyarakat NTB yang tervaksinasi. Terakhir ia mengatakan bahwa work from home (WFH) atau bekerja dari rumah harus ditaati oleh provinsi maupun kabupaten/kota. Kemudian menegakkan protokol kesehatan di pusat keramaian seperti pasar. Lalu untuk sekolah agar mencermati perlu tidaknya tatap muka.

Informasi yang diserap di lapangan 13 kasus corona delta tersebar kasusnya di Kota Mataram, Bima dan Sumbawa. (sal)