13 Pegawai Bappeda Kota Mataram Positif Covid-19

Kantor Wali Kota Terancam Lock Down

KANTOR BAPPEDA: Kantor Bappeda Kota Mataram ditutup sementara, setelah ada belasan pegawainya yang positif Covid-19. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Pertahanan sejumlah perkantoran di Kota Mataram ditembus serangan penyebaran Virus Covid-19. Kini semakin banyak pegawai kantor yang tertapar virus corona. Terbaru 13 pegawai Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kota Mataram terpapar corona.

Jumlah tersebut menambah panjang daftar pegawai kantor terpapar virus corona. “Bisa kami konfirmasi. Ada 13 pegawai Bappeda Kota Mataram yang positif corona,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa di Mataram, kemarin.

Dari penulusuran tim medis. Disebutkan belasan pegawai yang positif ini tertular di Kantor Bappeda. Karena beberapa pekan terakhir. Pegawai Bappeda cukup disibukkan dengan sejumlah kegiatan. “Ini juga di bappeda sering lembur sehingga itu barangkali yang menyebabkan imunitas berkurang,” katanya.

Kejadian ini sontak membuat sekretariat daerah (setda) Kota Mataram terkejut. Karena Kantor Bappeda berada di lantai II gedung sebelah selatan Kompleks Kantor Wali Kota Mataram. Pegawai di kantor lainnya juga cukup banyak yang khawatir dengan banyaknya tertular di Kantor Bappeda.

BACA JUGA :  Truk Sampah Kota Mataram Diminta Tepat Waktu

Karena itu, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mataram cepat bertindak dengan melaksanakan Swab tes di Kantor Bappeda. “Kemarin itu 10 orang yang positif. Sekarang bertambah 3 orang positif. Semua teman-teman bappeda sudah dilakukan tracing dan di-swab semuanya,” terangnya.

Karena banyaknya pegawai yang positif. Berimbas pada pelayanan di Kantor Bappeda. Untuk sementara pelayanan di Kantor Bappeda disetop. Sementara pegawainya tetap bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). “Semua pegawai Bappeda WFH. Itu sebagai antisipasinya,” jelasnya.

Pencegahan lainnya dengan sterlisasi di Kantor Bappeda. Seluruh ruangan disemprotkan disinfektan petugas badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kota Mataram. “Di semua sudah disemprot disinfektan. Seluruhnya di kompleks Kantor Wali Kota Mataram disemprot,” katanya.

Karena Bappeda berada di Kompleks Kantor Wali Kota Mataram. Swab tes juga akan dilaksanakan kepada pegawai di instansi lainnya. Terutama yang sudah kontak erat dengan pegawai Bappeda.

BACA JUGA :  Puskesmas Mataram Sabet Akreditasi Madya

“Iya bagi siapa yang sudah kontak erat dengan pegawai Bappeda. Itu bisa di-swab tes. Karena kan instansi lain sering konsultasi anggaran, konsultasi kegiatan dengan bappeda. Itu kita minta segera melaksanakan swab tes. Terus PCR bila dipandang perlu. Sudah kita informasikan juga kepada pegawai,” jelasnya.

Asisten III Setda Kota Mataram, Hj Baiq Evi Ganevia mengatakan, karena banyaknya pegawai Bappeda positif corona, maka untuk sementara Kantor Bappeda ditutup. “Ditutup sementara. Kalau pegawainya WFH,” jelasnya.

Sedangkan Kompleks Kantor Wali Kota Mataram berpeluang ditutup, jika yang positif bertambah signifikan. “Tapi tetap buka seperti biasa. Kalau ada yang bergejala atau sakit. Sebaiknya WFH saja. Karena mungkin ada yang kontak erat dengan pegawai Bappeda,” ungkapnya. (gal)