13 Orang Positif Covid-19 di Kantor Gubernur NTB, Termasuk 4 Personel Satpol PP

BEBERKAN: Kapala Dikes Provinsi NTB dr. HL. Hamzi Fikri bersama Kasat Pol PP NTB Tri Budi Prayitno saat membeberkan hasil swab antigen di Kantor Gubernur NTB. (FAISAL HARIS/RADARLOMBOK.CO.ID)

MATARAM–Hari ketiga (4/2/2021) digelar swab antigen di Kantor Gubernur NTB sudah ditemukan 13 orang pegawai positif covid-19.

Rinciannya, pada hari pertama swab antigen, ditemukan 1 orang positif dari Biro Kesra Setda NTB, kemudian hari kedua ditemukan 5 positif yakni 2 personel Sat Pol PP NTB, 2 orang dari Biro Umum Setda NTB, dan 1 dari Biro Adpim Setda NTB. Kemudian hari ketiga ditemukan 7 orang positif covid-19 yakni 2 personel Sat Pol PP NTB dan 5 pegawai BPKAD NTB. “Yang jelas setiap ada kita lakukan swab antigen tetap ada yang positif,” sambungnya.

Setelah dilakukan swab antigen, pihaknya kemudian menindaklanjuti agar para pegawai tersebut melakukan screening di rumah sakit. Hal ini dilakukan guna menentukan apakah isolasi mandiri atau tindakan perawatan di ruang isolasi.

Tapi sebelum dilakukan screening di rumah sakit, mereka yang sudah dinyatakan positif maka diminta pulang terlebih dahulu untuk bekerja dari rumah dan isolasi mandiri sebelum nanti dilanjutkan pemeriksaan PCR swab, karena yang bersangkutan berstatus orang tanpa gejala.

Kegiatan swab antigen yang dilakukan masih akan tetap berlangsung di Kantor Gubenur NTB hingga beberapa hari ke depan, khusus bagi para pegawai lingkup Pemprov NTB.

Sementara itu, Kasat Pol PP NTB Tri Budi Prayitno mengatakan, dengan ditemukan anggotanya positif covid-19 setelah di-swab antigen, maka pihaknya langsung memerintahkan agar melakukan isolasi mandiri guna mengantisipasi penularan kepada anggota yang lain.

Tidak hanya itu, Tri juga telah mendaftarkan keempat anggotanya yang positif agar dilakukan PCR swab di rumah sakit. Di samping menjalani karantina selama 14 hari di rumahnya masing-masing.

Ditanya apakah Kantor Sat Pol PP NTB akan melakukan langkah lockdown, kata Tri pihaknya akan konsultasi terlebih dahulu. “Nanti minta arahan dulu dari Pak Sekda apakah kita perlu melakukan hal demikian,” katanya.

Namun langkah antisipasi awal adalah langsung mengadakan penyemprotan disinfektan di lingkungan kantor. Selain itu dilakukan penelusuran kontak terhadap 20 sampai 30 orang terdekat dari anggota yang positif. (sal)