KEIKHALASAN HAJI RUSLAN, PENSIUNAN TNI MEMBANTU MENGOBATI ORANG TIDAK MAMPU

IKHLAS MEMBANTU : Haji Ruslan ihklas membantu mengobati warga kurang mampu tanpa memasang tarif. (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

Pulau Lombok tidak kekurangan orang baik. Di setiap bidang pasti memiliki orang baik. Di bidang kesehatan, nama Haji Ruslan tidak bisa dilewatkan. Pensiunan TNI Angkatan Darat (AD) ini dikenal banyak membantu sesama. Terutama orang yang tidak mampu melalui pengobatan medis yang diberikan tanpa memasang tarif tertentu.

ALI MA’SHUM—MATARAM


HAJI Ruslan membuka praktik di salah ruko di Lingkar Selatan, Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram. Meski tanpa nama, lokasi praktiknya tidak sulit ditemui. Hanya ratusan meter dari Makorem 162/WB di sebelah utara jalan dengan menempati ruko dengan rolling door berwarna merah. Di sebelah kirinya ada distro pakaian dan di sebelah kanan ada mini market.

Di situlah pria kelahiran tahun 1958 membuka praktik kesehatan. H Ruslan mengawali karir sebagai prajurit TNI AD tahun 1978. Ia bertugas  sebagai petugas medis di RSAD Mataram. Pria asal Rumbuk Lombok Timur itu pensiun tahun 2008 dengan pangkat terakhir Sersan Mayor. H Ruslan adalah lulusan sekolah medis di Denpasar, Bali. ‘’Saya lama bertugas di RSAD Mataram. Saya ini dulu perawat di RSAD,’’ ujar H Ruslan kepada Radar Lombok, kemarin (30/3).

Semenjak aktif sebagai prajurit TNI, H Ruslan sudah membuka praktik untuk pengobatan. Sejak puluhan tahun lalu, dia fokus untuk membantu dan mengobati warga yang kurang mampu. Sampai saat ini, sudah tidak terhitung pasien yang datang ke tempat praktiknya. ‘’Saya dulu disekolahkan negara. Makanya saya akan membantu warga masyarakat, terutama yang kurang mampu. Karena niat saya mengabdi untuk warga masyarakat. Dulu di TNI saya mengabdi untuk negara dan bangsa,’’ katanya.

Dia berniat, ilmu kesehatan yang didapatinya tidak akan sia-sia. Selagi hidup dan dalam kondisi sehat, dia pergunakan untuk kebutuhan masyarakat yang membutuhkan bantuan pengobatan. Fokusnya adalah membantu warga kurang mampu. Seperti pemulung, ojek, tukang sapu, pengangkut sampah, penjual asongan menjadi pasien H Ruslan. ‘’Pokoknya masyarakat miskin akan saya bantu. Karena banyak warga masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Tapi dia tidak mampu bayar dokter dan rumah sakit. Itulah yang menjadi pasien saya,’’ ungkapnya.

BACA JUGA :  Kisah Zohri, Tukang Sol Sepatu Kuda di Mataram

Saat membuka praktik, Ruslan tidak mematok tarif tertentu untuk pasiennya. Bahkan banyak yang digratiskan. Tak jarang, bayaran yang dibayarkan dikembalikan lagi ke pasien. Kebanyakan pasiennya membayar Rp 5 ribu ke H Ruslan. ‘’Intinya saya tidak memberatkan pasien. Ada pasien saya penjual plastik yang pendapatannya Rp 3 ribu. Masa saya mau ambil bayaran Rp 5 ribu. Di mana empati kita. Itu saya gratiskan tidak apa-apa,’’ terangnya.

Untuk penyediaan obat dan lainnya, Ruslan membeli langsung dari uang pensiunnya sebagai anggota TNI. Kendati demikian, Ruslan sama sekali tidak merasa rugi. Karena dia niatkan seluruhnya untuk sedekah. ‘’Kalau Rp 5 ribu itu kita hitung rugi berarti tidak sedekah. Gaji pensiun saya pakai beli obat untuk pasien. Nah hasil yang dibayarkan dari pasien itu saya pakai makan bersama keluarga. Saya bersama keluarga tetap sehat karena doa-doa dari pasien saya luar biasa. Kata tuan guru dan ustad kita, siapa saja yang memberikan kenikmatan kepada orang lain satu kali. Apalagi kepada orang miskin. Itu akan dilipatgandakan rezekinya, pahalanya dan kesehatannya,’’ terang Ruslan.

Obat yang diberikan H Ruslan tidak dibungkus tapi disimpan dalam toples. Dia punya alasan sendiri untuk menyimpan obat ini, Ruslan ingin menyentuh langsung obat sebelum diberikan kepada pasien. ‘’Itu keyakinan saya untuk pegang langsung obat itu dengan membaca bismillah. Makanya pasien saya ndak sampai dua hari minum obat insyaallah sembuh karena izin Allah,’’ jelasnya.

BACA JUGA :  Vakum Puluhan Tahun, Berinovasi Lagi dengan Mesin Sangrai Kopi

Selain kepada warga masyarakat, untuk keluarga besar TNI aktif maupun pensiun, Ruslan mengatakan tetap dibantu tanpa dipungut biaya. ‘’Siapa saja anggota dan keluarga TNI yang datang ke sini saya tidak pernah pungut biaya. Karena kita bersaudara dan masih satu ikatan,’’ katanya.

Keikhlasan H Ruslan ini didengar oleh Gubernur NTB, Zulkieflimasnyah. Gubernur datang langsung ke tempat praktik H Ruslan dan menawarkan bantuan. ‘’Gubernur bilang kasihan sama Pak Ruslan dengan banyak pasiennya. Saya bukan menolak tapi saya bilang tidak usah,’’ ungkapnya.

Ke depannya, H Ruslan akan tetap membantu warga masyarakat yang kurang mampu. Karena dia berniat orang yang duduk bisa berdiri dan yang berdiri bisa berjalan. ‘’Makanya orang yang saya bantu dan sudah sehat imbasnya ke saya. Makanya saya tetap bugar dengan kondisi yang sekarang. Itu karena doa orang-orang yang saya bantu,’’ terang dia.

Setiap praktik dibuka, puluhan pasien Haji Ruslan berdatangan. Asalnya pun dari penjuru Pulau Lombok. Mulai dari Lombok Timur, Kota Mataram hingga pelosok Sekotong Lombok Barat berdatangan. Mereka adalah pasien yang sudah puluhan tahun berobat sama Haji Ruslan. ‘’Sudah puluhan tahun saya datang ke sini. Saya nyaman datang ke sini dan sehat. Beliau sangat membantu kami orang-orang yang tidak mampu,’’ kata Dahri, salah satu pasien Haji Ruslan asal Pesongoran Kota Mataram. (**)