12 TKA China Dideportasi Pekan Ini

AKAN DIDEPORTASI: Kapolres Lotim dan Dandim saat mendatagi para TKA China di atas kapal di Pelabuhan Labuhan Haji. Para TKA China ini akan dideportasi oleh Imigrasi Mataram (Gazali/Radar Lombok)

MATARAM— Kantor Imigrasi Kelas I Mataram segera memulangkan 12 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang paspornya disita  beberapa waktu lalu.

Saat ini,  Imigrasi masih menunggu kelengkapan berkas sebelum dipulangkan ke negara asalnya atau deportasi. ‘’ Mungkin minggu ini sudah bisa dideportasi ke negaranya. Ini baru bisa kita lakukan setelah semua berkasnya lengkap dikerjakan,’’ ujar Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kemenkumham) Provinsi NTB Sevial Akmily Kamis kemarin (19/1).

Berkas tersebut menurutnya terkait dengan perizinan yang tercantum dalam paspor ke 12 pekerja tersebut. Sebenarnya kata dia, 12 pekerja tersebut sudah mengurus perizinan di Jakarta. Namun, sebelum izin tersebut dikeluarkan, mereka sudah mulai bekerja di Indonesia. ‘’ Inilah yang dilanggarnya, mestinya mereka menunggu dulu proses izin dikeluarkan baru bisa bekerja. Ini kan izin belum dikeluarkan tapi sudah mulai bekerja, Itu kita anggap sebagai sebuah pelanggaran,’’ katanya.

Ia juga memastikan 12 TKA asal China ini  bekerja di proyek yang dikerjakan oleh Pemkab Lombok Timur. Kemenkumham NTB juga disebutnya pernah didatangi oleh perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lombok Timur. ‘’ Mereka datang ke kami kemarin (Rabu 18 Januari, red) menghubungi dan meminta supaya kalau bisa 12 orang itu jangan dideportasi,’’ terangnya.

[postingan number=3 tag=”tka”]

Namun Sevial mengaku menolak permintaan tersebut. Menurutnya 12 TKA tersebut tetap harus kembali dulu ke negara asalnya. Baru nantinya bisa kembali ke Indonesia dengan izin yang resmi. ‘’ Jadi tetap harus dideportasi dulu sambil izinnya diurus. Baru bisa kembali kesini,’’ katanya.

Ke 12 12 TKA ini dipastikannya saat ini masih berada diatas kapal. Sambil menunggu proses deportasi dilakukan,  mereka tetap dilakukan pemantauan oleh petugas Imigrasi. ‘’ Ini kan paspornya masih kita tahan semua. Karena ruangan di Imigrasi yang kita miliki juga terbatas. Apalagi sekarang tiap hari kita melakukan penangkapan orang asing,’’ ungkapnya.

Sevial juga mengaku siap melanjutkan instruksi dari Gubernur NTB yang meminta Imigrasi untuk mengintensifkan operasi kepada warga negara asing yang menyalahi izin tinggal di Indonesia. “ Kita sudah diinstruksikan oleh Dirjen Imigrasi untuk melakukan operasi orang asing sampai dengan tanggal 26 Januari mendatang. Di Mataram inilah hasilnya sementara ini. Gubernur juga menekankan kalau ada warga asing yang melanggar di NTB untuk segera dideportasi,’’ tandas Sevial.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Romi Yudianto, mengatakan 12 TKA asal China tersebut akan dideportasi pekan ini juga. Pihaknya saat ini masih menunggu tiket pemulangan yang akan ditanggung oleh sponsor atau rekanan yang mendatangkan 12 TKA tersebut ke Indonesia. ‘’ Secepatnya kita deportasi dalam minggu ini juga. Masih menunggu tiket dari sponsornya baru kita pulangnkan,’’ ujarnya.

Deportasi juga menurutnya belum bisa dilakukan. Karena pihak sponsor yang mendatangkan 12 TKA ini masih akan dimintai keterangannya oleh instansi terkait di Lombok Timur. Namun, Romi tidak bersedia menyebutkan instansi mana yang akan meminta keterangan dari pihak sponsor ini. ‘’ Pokoknya pihak sponsor mau dipanggil dulu oleh instansi terkait di Lotim. Nanti setelah selesai dipanggil baru 12 orang itu kita deportasi,’’ katanya.

Pengawasan terhadap keberadaan TKA ini bukan hanya terhadap warga China saja. Namun TKA dari berbagai negara lainnya. Masalah TKA ini bukan hanya di NTB tapi merata di wilayah Indonesia ‘’ Sementara ini baru hanya 12 TKA asing di Labuhan Haji yang kita temukan di Lotim . Kalau  lain yang masih belum ada,” tungkas Romi.

Jika para TKA China ini akan dideportasi maka  kepastian pengerukan kolam labuh ;elabuhan Labuhan Haji semakin tidak jelas.  TLA China ini   telah didatangkan pihak kontraktor sejak beberapa waktu lalu. Namun selama itu kapal dan para TKA China ini belum melakukan pengerjaan apapun.  Terkait kepastian pengerukan Labuan Haji, Pejabat Pembuat Komitmen (PKK)  Nugroho  belum bisa dikonfimasi. Saat itu yang bersangkutan sedang tidak berada di kantor ‘’ Pak Nugorho lagi keluar,” ungkap salah satu stapnya di Bidang Cipta Karya, PU . (gal/lie)