11 CTKI Ilegal Asal Lombok Timur Dipulangkan

SPN Kembali Salahkan Disnaker

Ilustrasi CTKI
Ilustrasi

SELONG—Dari puluhan Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) NTB yang akan diselundupkan ke Negara Timur Tengah dan beberapa negara lainnya  oleh salah satu perusahaan penyalur TKI yang berada di wilayah Jakarta Timur. Terdapat 11 orang CTKI diantaranya adalah CTKI asal Lombok Timur (Lotim).

Mereka diamankan oleh petugas dan Direktorat Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Kementerian Tenaga Kerja dan Transimigrasi , lantaran dokumen keberangkatanya diketahui bermasalah.

Kepala Disnaker Lotim, Adika Istu Jaya membenarkan, dari puluhan CTKI yang telah diamankan itu,  11 diantaranya merupakan warga Lotim. Pihaknya telah mendapatkan pemberitauan kalau mereka akan  dipulangkan ke kampung halamannya di Lotim . Namun Adika tidak menyebutkan secara detail identitas dan asal dari  para CTKI tersebut. ‘’Mereka akan dipulangkan hari ini (kemarin red),” kata Andika Istu Jaya, Senin (5/2).

Dikatakan, dari informasi yang mereka  dapatkan, bahwa lokasi tempat diamankan para CTKI ini merupakan  tempat untuk pelatihan. Namun dilakukan penggerebekan, karena ditemukan sejumlah masalah. Pertama lokasinya tidak repsentatif karena  tempat penampungan itu sangat tidak mencukupi melihat dari banyaknya para CTKI yang berada ditempat tersebut.

“Informasi yang kita dapatkan. Ditempat itu ditemukan sekitar 100 lebih CTKI. Dan juga fasilitas dan prasana yang disiapkan juga sangat tidak layak,” lanjutnya.

Selain itu, persoalan lainnya juga karena tempat penampungan tersebut memberikan pelatihan sebagai pembantu rumah tangga. Dan tujuannya untuk   dikirim ke Timur Tengah. Padahal pengiriman CTKI ke Timur Tengah ini telah lama dilarang, melalui Moratorium yang telah di buat oleh pemerintah pusat.

“Lembaga pelatihan tempat diamankan CTKI itu statusnya resmi. Yang ilegalnya  itu karena memberikan pelatihan  berupa  penatan pelaksana rumah tangga yang tidak dibolehkan lagi  oleh pemerintah. Dan pengakuan CTKI itu mereka akan dikirim ke Timur Tengah,” terang dia.

Proses keberangkatam CTKI ini lanjutnya, tentu diluar sepengetahuan Disnaker. Sebab, status mereka itu merupakan CTKI ilegal. Jadi yang namanya CTKI ilegal, tentu mereka proses pemberangkatannya  dilakukan secara sembunyi-sembunyi tanpa ingin diketahui oleh siapa pun, termasuk Disnaker sendiri.

“Bagaiaman kita mengawasi dia. Karena yang namanya sembunyi-sembunyi itu pasti tidak ingin diketahui. Kalau  kita sih yang kita awasi tentu yang legal,” jawab Andika.

Berbagai masalah seperti ini, tentu harus bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat Lotim. Jadi ketika ada niat ingin bekerja keluar negeri, sebaiknya menggunakan jalur prosedural. Sehingga ketika ada masalah, bisa segera diketahui dan ditangani oleh pemerintah.

“Masalah pengawasan ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Makanya ketika masyarakat mengetahui ada pengiriman CTKI secara ilegal, supaya segera melapor ke instansi terkait. Karena ini berkaitan dengan TPPO,” ulasnya.

Melihat kasus para CTKI ilegal Lotim yang bermasalah, Serikat Pekerja Nasional (SPN) Lotim kembali melontarkan kritikan pedas ke Disnaker. Masalah ini terjadi disinyalir karena lemahnya pengawasan Disnaker dan sejumlah pihak terkait lainnya, seperti Imigrasi. “Masih banyak kelengahan dari Disnaker berkaitan dengan penempatan dan pengawasan TKI kita,” terang dia.

Selain Disnaker, pihak Imigrasi juga ikut disalahkan. Sebab, selama ini Imigrasi bisa dengan begitu mudah menerbitkan paspor untuk para TKI, tanpa turun melakukan survei ke lapangan.

Bahkan tak sedikit dari TKI  di Lotim, yang dibuatkan paspor pelancong oleh pihak Imigrasi. Padahal paspor tersebut hanya bisa dibuatkan oleh orang tertentu. Tapi nyatanya, siapa saja bisa membuat, dan begitu mudah bisa diterbitkan.

“Sehingga sering disalah  gunakan. Yang jelas disini banyak lingkaran setan yang bermain. Sehingga banyak TKI kita yang pergi melalui jalur ilegal,” pungkasnya. (lie)

loading...