100 Persen Uang Korban Skimming Sudah Diganti

Dedi Sunardi (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Kasus ‘skimming’ rekening milik nasabah Bank BRI Cabang Mataram melalui layanan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dipastikan sebanyak 515 nasabah menjadi korban pembobolan. Dari jumlah 515 nasabah BRI yang jadi korban, pihak BRI memastikan pembayaran uang ganti sudah 100 persen dibayarkan.

“Pembayaran uang nasabah yang jadi korban sudah 100 persen selesai dibayar,” kata Pemimpin Wilayah (Pimwil) BRI Denpasar, Dedi Sunardi melalui pesan singkat  layanan whatsapp (WA), Kamis kemarin  (24/11).

Dedi menyebut berdasarkan hasil investigasi, ferivikasi dan validasi data yang dilakukan tim, diputuskan jumlah nasabah yang menjadi korban ‘skimming’ sebanyak 515 orang dengan total kerugian sebesar Rp2,7 miliar. Sesuai dengan komitmen BRI, penggantian uang nasabah yang menjadi korban pembobolan tersebut pada minggu kedua sudah selesai diganti. Dengan demikian, sudah 100 persen uang simpanan nasabah tersebut sudah dibayarkan.

Agar tidak terulang kembali kasus tersebut, lanjut Dedi, pihaknya secara intesif memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat cara menggunakan mesin ATM secara aman saat bertransaksi.

Dengan demikian kasus pembobolan rekening nasabah melalui alat ‘skimmer’ tidak lagi terjadi. Karena bagaimanapun juga, peran dari nasabah sangat penting dalam menghindari dan mengantisipasi perbuatan jahat dari pelaku yang tidak bertanggungjawab. “Minggu kedua November uang nasabah yang jadi korban sudah 100 persen selesai diganti,” sebutnya.

Dedi menyebut pihak Bank BRI dalam kasus pembobolan rekening nasabah melalui ‘skimming’ ATM juga menjadi korban. Kendati demikian, sebagai bentuk tanggungjawab lembaga bank yang mengdepankan trust (kepercayaan), berharap nasabah tidak panik ataupun khawatir.

Dengan penyelesaian yang BRI telah lakukan bersama nasabah, BRI menetapkan bahwa kasus skimming ini di NTB telah selesai. Adapun pelaporan yang mungkin masuk di kemudian hari, akan diselesaikan sesegera mungkin secara bertahap.

Aksi skimming rekening yang dilakukan pelaku kejahatan perbankan dengan memasang alat berupa ‘skimmer’ dan kamera tempel pada perangkat mesin ATM, sehingga kartu dan PIN nasabah yang melakukan transaksi dapat terbaca, untuk kemudian pelaku melakukan penggandaan kartu dan melakukan transaksi penarikan melalui kartu ATM palsu.

Dari hasil pemeriksaan tim ahli IT yang dimiliki Bank BRI, diindikasikan ada enam mesin ATM yang ada di Kota Mataram dipasangi mesin ‘skimmer’. Keenam mesin ATM yang diindikasikan tersebut, ditemukan satu mesin ‘skimmer’ yang masih terpasang di mesin ATM milik BRI tersebut.

Terkait temuan tersebut, Pemimpin Wilayah BRI Denpasar, Dedi menginstruksikan seluruh mesin ATM yang terindikasi sudah dipasangi mesin ‘skimmer’ untuk dibongkar, dan diganti menggunakan perangkat mesin ATM baru.

“Kami meminta nasabah bank BRI untuk tetap tenang dan tidak panik atas kejadian tersebut. Bank BRI akan mengupayakan penyelesaian kasus ini dengan segera, dan tetap mengutamakan kenyamanan nasabah,” kata Dedi.

Selain itu, BRI juga melakukan pemblokiran PIN ATM bagi nasabah yang kartu ATM nya berpotensi disalahgunakan oleh pelaku kejahatan, karena pernah bertransaksi  di mesin ATM yang terindikasi aksi skimming. Bagi nasabah yang mengalami kartu ATM nya diblokir, maka para nasabah bisa langsung datang ke kantor BRI terdekat untuk melakukan pergantian kartu baru dan PIN baru ATM. “Ubahlah secara berkala PIN ATM, dan buat pin yang unik, sehingga tidak bisa terdeteksi oleh pelaku kejahatan perbankan,” tutup Dedi. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid