10 Warga NTT Terlantar di Dasan Baru

TERLANTAR : Sebanyak 10 Warga NTT tengah mengadukan nasibnya di Kantor Desa Dasan Baru, Jumat (20/1) (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Sebanyak 10 orang Warga Kabupaten Sumba Barat Daya Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terlantar di rumah kontrakan mereka di Dusun Kebon Orong Desa Dasan Baru Kecamatan Kediri. Mereka adalah pekerja konstruksi pembangunan jaringan irigasi di desa setempat. Informasinya gaji mereka belum dibayar, padahal pekerjaan sudah tuntas. Alhasil karena sudah kehabisan uang, selama seminggu terakhir mereka hidup dari belas kasih warga setempat. “Sekitar semingguan mereka tidak ada makanan. Untung warga membantu mereka, memberikan beras, lauk,” ungkap Kepala Desa Dasan Baru Lalu Abdullah saat menerima aduan 10 warga NTT ini di kantor desa setempat, Jumat (20/1).

Mendapat informasi bahwa mereka belum mendapatkan gaji dari pekerjaan yang sudah dilakukan sekitar satu bulan lebih, pihaknya langsung mengkonfirmasi pihak pelaksana proyek. Didapatkan informasi bahwa upah sudah dibayarkan kepada orang yang membawa kesepuluh pekerja ini. Sayangnya, orang itupun belum bisa dihubungi. “Ini sepertinya proyek BWS, tetapi jelasnya kami belum tahu, karena tidak ada kami lihat papan informasinya,” terangnya.

[postingan number=3 tag=”terlantar”]

Ahmad Dhani juru bicara Warga NTT ini mengatakan, dia bersama rekannya yang lain dibawa oleh pria berinisial Y dan L, warga Sumbawa. Dari konfirmasi pihak perusahaan, upah memang sudah diberikan kepada Y, tetapi Y sudah meninggalkan mereka. Informasinya sudah balik lebih dahulu. Keduanya pun terus dihubungi, tetapi sering kali tidak nyambung. Kalaupun nyambung dan diangkat, malah bernada kasar.

Dari perhitungan kasar pekerjaan berdasarkan kubikasi, upah total yang harus diberikan kepada sepuluh rekannya mencapai sekitar Rp 28 juta. Tetapi yang sudah diberikan sekitar Rp 2,8 juta, kemudian ditambah uang yang diberikan untuk makan sehari-hari, sehingga total upah yang sudah diberikan mencapai sekitar Rp 6 juta. “Sekarang uang kami sudah habis. Tidak ada uang untuk makan. Apalagi mau pulang. Untung warga di sini memberikan kami makan,” ujarnya.

Kesepuluh Warga NTT ini rata-rata terbilang sangat muda bahkan tergolong masih anak berdasarkan pengakuan mereka. Berikut data-datanya, Ahmad Dani 28 tahun, Yoris 16 tahun, Wiliam 20 tahun, Burhan 15 tahun, Gusti 15 tahun, Andre 18 tahun, Samuel 17 tahun, Nurdin 18 tahun, Lukas 17 tahun, Matius 19 tahun. “Saya bekerja, karena sudah berhenti sekolah karena bapak meninggal,” ujar Yoris dengan nada polos.

Sementara itu, Agus Balela yakni Ketua Warga Flores Sumba Alor Rote (Flobamora) di Mataram yang datang menemui 10 Warga NTT berdasarkan informasi dari Abdullah mengaku sangat prihatin dengan kondisi saudara-saudaranya ini. Secepatnya akan dilakukan penggalangan dana dari Warga NTT yang tinggal di Mataram untuk membantu mereka. Kemudian juga akan dilakukan mediasi lagi dengan perusahaan yang mempekerjakan. Perusahaan harus tetap bertanggung jawab terhadap mereka, karena mereka belum mendapatkan upah yang semestinya. “Bila perlu kami akan laporkan masalah ini,” ungkapnya.(zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut