10 Juni Cagub dan Cawagub Ikuti UKK di DPP PPP

Muzihir (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—DPW PPP NTB dipastikan sudah menyerahkan berkas pendaftaran calon Gubernur (Cagub) dan calon wakil Gubernur (Cawagub) NTB mendaftar di desk Pilkada ke DPP PPP. Penyerahan dilakukan pada saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) terkait pemenangan di Pilkada digelar Kamis (6/7) lalu.

Sekretaris DPW PPP NTB, Muhammad Akri mengatakan sesuai dengan keputusan di Rapimnas, bahwa Cagub dan Cawagub yang mendaftar di desk Pilkada NTB akan mulai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (UKK) di DPP PPP pada tanggal 10 Juni 2024. “Untuk Cagub dan Cawagub UKK di DPP,” kata Ketua Fraksi PPP DPRD NTB ini.

Sedangkan UKK untuk calon Bupati/ Calon Wakil Bupati, dan calon Wali Kota/ calon wakil Wali Kota akan digelar di DPW PPP NTB. “UKK untuk Pilkada Bupati dan Wali Kota kita gelar di DPW,” ucap pria asal Batukliang Lombok Tengah ini.

Terkait siapa saja Cagub dan Cawagub yang akan mengikuti UKK di DPP PPP. Kembali Akri mengatakan ada delapan kandidat yang sudah mendaftar sebagai Cagub dan Cawagub di desk Pilkada DPW PPP NTB, yakni duet Sitti Rohmi Djalillah – HW Musyafirin, duet HM Suhaili FT – Asrul Sani, duet Lalu Gita Ariadi – Sukiman Azmy, Zulkiflimansyah dan Lalu Muhammad Iqbal.

Kemudian terkait isu perubahan pasangan dari HM Suhaili FT – Asrul Sani, ke Zulkiflimansyah – HM Suhaili FT. Akri mengatakan nanti DPP yang akan langsung mengonfirmasi kepada mereka pada saat mengikuti UKK. Apakah terjadi perubahan pasangan dari HM Suhaili FT – Asrul Sani, menjadi duet Zulkiflimansyah – HM Suhaili FT. “Nanti dikonfirmasi saat UKK,” terangnya.

Dia menegaskan, dengan siapa kandidat berpasangan itu sepenuhnya menjadi urusan dari para kandidat tersebut. “Kalau soal pasangan itu jadi urusan para kandidat,” imbuhnya.

Setelah dilakukan UKK tersebut, DPP kemudian akan melakukan survei untuk mengetahui dan mengukur tingkat elektabilitas para Cagub dan Cawagub. Dari hasil survei itu akan jadi salah satu pertimbangan dan telaah DPP dalam menentukan arah dukungan final di kontestasi Pilgub NTB. “Hasil survei kemungkinan kita tahu pada akhir Juni,” terangnya.

Selain itu, nantinya pihak DPP akan menerbitkan surat tugas kepada pasangan Cagub dan Cawagub yang telah mengikuti UKK. Dalam surat tugas tersebut, DPP PPP akan meminta kepada para kandidat yang belum berpasangan, agar menentukan siapa pasangan di kontestasi Pilgub NTB.
Termasuk para pasangan Cagub dan Cawagub diminta untuk memastikan partai politik yang menjadi mitra koalisi. Pasalnya, PPP memiliki raihan 7 kursi di DPRD NTB hasil Pileg 2024, sehingga masih membutuhkan 6 kursi lagi untuk memenuhi persyaratan 13 kursi.

Hal itu nanti dibuktikan dengan surat pernyataan hitam diatas putih terkait Parpol mitra koalisi. “Misalnya duet Rohmi-Firin katanya didukung koalisi PDIP dan Partai Perindo, maka dua Parpol ini sudah punya 7 kursi. Jika PPP bergabung, maka ada 14 kursi. Jadi sudah lebih dari persyaratan 13 kursi,” tambah Ketua DPW PPP NTB, Muzihir.
Setelah itu, kata Muzihir, kemudian DPP akan menerbitkan surat rekomendasi usungan final kepada kandidat pasangan Cagub dan Cawagub.

SK rekomendasi usungan final itu terbit setelah melalui berbagai proses dan tahapan di internal PPP. SK rekomendasi usungan final akan diterbitkan partai pada Agustus untuk dipergunakan mendaftar di KPU pada tanggal 27 Agustus. “SK rekom usungan final terbit Agustus, sebelum pendaftaran,” pungkasnya. (yan)

Komentar Anda