10 GOR Direnovasi untuk Asean Games

ILUSTRASI RENOVASI GOR

SEBANYAK 10 Gelanggang Olah Raga (GOR) bakal direnovasi untuk keperluan ajang Asean Games tahun depan. Pendanaan renovasi tersebut diambil dari pengajuan kenaikan Koefisien Lantai Bangunan (KLB).

Pada semester pertama tahun ini, tercatat baru ada satu perusahaan swasta yang mengajukan kenaikan KLB dengan nilai kompensasi mencapai Rp 220 miliar. Asisten Pembangunan Sekda DKI Jakarta Gamal Sinurat mengatakan pihaknya sudah memetakan penggunaan dana kompensasi tersebut.

Setidaknya ada tiga kegiatan yang sudah ditetapkan akan menggunakan dana kompensasi dari kenaikan KLB. “Sampai sekarang baru ada satu perusahaan yang ajukan kenaikan KLB,” ujarnya, kemarin (23/7).

Gamal merinci, tiga kegiatan yang akan dibiayai melalui dana dari kompensasi kenaikan KLB yakni Revitalisasi Lapangan Banteng senilai Rp 60 miliar dan renovasi 10 Gelanggang Olahraga (GOR) senilai Rp 60 miliar.

Sisanya digunakan untuk pembangunan rumah susun (rusun) di Cengkareng Barat atau Pulogadung. “Khusus untuk rumah susun ada dua alternatif lokasi. Dinas terkait belum menetapkan lokasi yang akan dibangun,” ucapnya.

Menurut Gamal, pihaknya akan segera menyiapkan Perjanjian Pemenuhan Kompensasi (PPK). Setelah penandatanganan PPK maka seluruh pekerjaan baru bisa dimulai.

Dia merinci, renovasi 10 GOR berikut membangun satu lapangan softball dan baseball merupakan penugasan dari Indonesia Asian Games Organizing Committe (INASGOC). “Kalau pakai APBD Perubahan tidak mungkin. Begitu juga APBD 2018. Berarti kita cari pembiayaan lain dari peningkatan KLB,” papar dia.

Perlu diketahui, 10 GOR yang akan direnovasi rencananya disiapkan untuk tempat latihan peserta Asian Games 2018. GOR akan dibangun dengan standar internasional.

Ke-10 GOR yang diminta untuk direnovasi terdiri GOR Pulogadung, GOR Cempaka Putih, GOR Sunter, GOR Soemantri Brodjonegoro, GOR Bulungan, GOR Ragunan, GOR Senen, GOR Jakarta Barat, GOR Jakarta Utara, GOR Jakarta Timur. Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menjelaskan, permintaan untuk merenovasi 10 GOR ini disampaikan saat rapat di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada 2 Juni lalu.

“?Saat itu, Kemenpora meminta Pempov DKI menyediakan training venue Asian Games untuk cabang voli dan basket. Selain itu, kita juga mendapat tugas membangun stadion untuk cabang softball? dan baseball,” kata Djarot, sebelumnya.

Menurutnya, karena pembangunan 10 GOR dan stadion ini masuk skala prioritas, maka dana pembangunannya akan menggunakan kompensasi atas KLB dari pengembang. “Ini harus cepat direalisasikan. Kalau pakai APBD Perubahan 2017 bisa tidak keburu,” ujarnya.

Ia menambahkan, renovasi GOR harus memenuhi standar international. Jadi, ada beberapa material yang harus diimpor.

“Total biaya untuk renovasi 10 GOR dan satu stadion diperkirakan mencapai Rp 52,483 miliar,” ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Ratiyono mengatakan, stadion cabang softball dan baseball akan dibangun di Rawamangun, Jakarta Timur. ‚ÄĚSeluruh pengerjaan ditarget selesai sebelum 18 Agustus 2018,” tutup dia. (wok)