1 TKI Lotim Tewas, 9 Orang Selamat

MATARAM – Satu orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lombok Timur menjadi korban tewas dalam tenggelamnya kapal pengangkut TKI illegal  dari Malaysia menuju Indonesia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, H Wildan mengungkapkan, TKI asal NTB yang meninggal dunia itu atas nama Sakmah dengan jenis kelamin laki-laki. “Ternyata dia itu bukan wanita, Sakmah adalah salah satu TKI illegal yang meninggal dunia karena kapal yang ditumpangi saat mau pulang ke Indonesia tenggelam,” terangnya Selasa kemarin (26/7).

Setelah Disnakertrans berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) dan pihak-pihak terkait, diketahui Sakmah berasal dari RT 01 arga Dusun Siadah  Desa Kembang Kerang Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur.

Sakmah diketahui berstatus sudah menikah dan dilahirkan pada 31 Desember 1978 berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ditemukan. “Tapi ternyata KTP-nya sudah mati sejak tahun 2014, kami turut berduka-cita dan semoga keluarga diberikan ketabahan. Kalau di rumah dia seorang petani,” ujar Wildan.

Sementara itu, 9 orang TKI asal NTB yang berhasil diselamatkan berasal dari Pulau Lombok saja. Identitas 9 orang itu atas nama Zainal Abidin dari Praya Lombok Tengah, Silam juga dari Praya Lombok Tengah.

Selanjutnya atas nama Abdul Hakim dari Lombok Timur, Muhammad dari Sakra Lombok Timur, Lalu Mukhtar dari Suralaga Lombok Timur, Muhammad Amin dari Sakra Lombok Timur, Reza dari Sakra Lombok Timur, Faizal juga dari Sakra Lombok Timur dan Risa dari Gerung, Lombok Barat. “Maaf untuk sementara, hanya itu identitas yang bisa diketahui. Masalahnya mereka TKI illegal, jadi kita juga agak kesulitan,” ucapnya.

Para TKI korban kapal tenggelam, baik yang telah meninggal dunia maupun selamat akan dipulangkan ke kampung halamannya pada hari Rabu (27/7). “Saat ini semua sedang diupayakan oleh Kementerian Luar Negeri, mereka masih di wilayah Malaysia. Kepulangannya dipermudah dan akan tiba di daerah asal besok (hari ini – red),” imbuh Wildan.

Lalu bagaimana kondisi para TKI illegal yang nasibnya malang tersebut ? Menurut informasi yang diketahui Wildan, saat ini kondisi fisik dan psikis mereka sudah siap dipulangkan. “Besok kita akan sambut mereka, walaupun mereka illegal tapi ini tanggungjawab negara,” kata Wildan.

Sekretaris Dissosnakertran Lombok Timur  Ridatul Yasa mengaku sudah mendapat informasi dari KBRI di Malaysia jika ada warga Lombok Timur yang jadi korban tewas.‘’ Proses lebih lanjut sedang diurus pihak KBRI, untuk sementara baru satu orang dari Lotim yang menjadi korban,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Aria Tewas Tenggelam di Lumpur

Dikatakan, setelah menerima informasi itu, pihaknya  langsung menghubungi aparat desa setempat. Namun pihak keluarga untuk sementara ini  belum diberikan informasi ‘’ Cuma Kades-nya sudah kita hubungi, keluarganya belum,” akunya.

Tragedi kapal karam ini terjadi di perairan Johor Baru Malaysia. Para korban saat itu akan menyeberang ke Indonesia dengan menggunakan perahu berukuran  kecil. Diduga peristiwa ini terjadi karena perahu yang mereka  tumpangi kelebihan muatan ditambah cuaca dan gelombang air  laut   saat itu tidak bersahabat.‘’ Mereka mau perjalanan pulang. Saat itu cuaca buruk dan kelebihan penumpang,” katanya.

Korban yang tewas asal Lotim ini lanjutnya statusnya sebagai TKI tidak terdata di Dissosnakertran. Sehingga kuat dugaan kebarangkatannya  ke Malaysia berstatus sebagai TKI illegal.‘’ Mereka illegal, disini sudah kita cek, belum kita temukan datanya,” akunya.

Dissonakertran mengaku  prihatin atas kejadian ini. Persoalan ini harus segera disikapi semua pihak. Jangan sampai warga tersebut berangkat sebagai TKI melalui jalur tidak resmi. Untuk itu, pihak Imigrasi diminta untuk lebih selektif ketika menerbitkan paspor bagi warga tersebut. Sebelum paspor itu diterbitkan, sebaiknya pihak Imigrasi menanyakan dulu secara detail tujuan mereka keluar negeri.  ‘’ Begitu paspor diterbitkan Imigrasi, bisa jadi mereka pergi sebagai pelancong,” curiganya.

Diakui, pihaknya sejauh ini masih kesulitan untuk membendung keberadaan para TKI illegal ini. Hal itu disebabkan karena berbagai persoalan. Selain karena faktor jumlah penduduk yang banyak, serta kurangnya lapangan pekerjaan. Masalah lainnya juga disebabkan karena banyak tekong (petugas lapangan) tidak resmi berkeliaran dengan menjanjikan gaji besar. ‘’ Ini yang berusaha kita bendung,” terangnya.

Guna menekan para TKI illegal ini, Dissonakertran sendiri sudah mulai bersikap  melalui Satgas Pencegahan TKI Illegal yang sudah dibentuk. Upaya yang dilakukan itu yaitu meminta PJTKI untuk mendaftar keberadaan petugas lapangan yang resmi di Lotim. Selain itu, juga akan melakukan koordinasi dengan semua pihak termasuk dengan aparat desa. Pihak desa pun diminta untuk melakukan pengawasan ketat terkait keberadaan para tekong. Jika ditemukan tekong yang tidak resmi, supaya langsung diamankan.

‘’ Ditemukan tekong yang tidak resmi, langsung diamankan,” pungkasnya. (zwr/lie)