1.248 Mahasiswa Unram Terdampak Gempa Terima Beasiswa

Mahasiswa Unram korban /terdampak gempa bumi saat menerima beasiswa. (Abdi Zaelani/Radar Lombok)
Mahasiswa Unram korban /terdampak gempa bumi saat menerima beasiswa. (Abdi Zaelani/Radar Lombok)

MATARAM – Sebanyak 1.248 mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang terdampak gempa bumi akhirnya menerima beasiswa dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristeksikti). Beasiswa diberikan secara simbolis di Gedung Auditorum Universitas Mataram, Senin kemarin (15/10).

“Sebenarnya kami ingin membagikannya bertepatan dengan kedatangan Menteri dan Presiden dalam rangka penyerahan secara simbolik buku tabungan yang diberikan oleh presiden, namun karena adanya kendala sehingga saya meyakinkan Pak Rektor untuk membagikan buku tabungan tersebut terlebih dahulu,” ungkap Wakil Rektor III Unram,  Dr H. Muhammad Natsir.

Mahasiswa Unram yang terdampak gempa bumi ini telah lolos persyaratannya. Sehingga dinyatakan berhak untuk menerima bantuan dari pemerintah akibat gempa yang mengguncang pulau Lombok- Sumbawa dua bulan lalu. Ada dua jenis beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa terdampak gempa Lombok yaitu beasiswa Bidikmisi dan beasiswa PPA. Beasiswa Bidikmisi diberikan 8 semester untuk mahasiswa S1, 6 semester untuk D3, dan 10 semester untuk profesi. Sementara mahasiswa angkatan lama mendapatkan beasiswa PPA.

Jumlah penerima bantuan beasiswa paling banyak adalah mahasiswa PPA sebanyak 806 mahasiswa. Untuk beasiswa Bidikmisi sebanyak 442 orang. Terkait dengan jumlah beasiswa PPA diberikan selama satu semester dengan jumlah dana sebesar Rp 2,4 juta /semester. Sementara itu, penerima beasiswa Bidikmisi akan bantuan sebesar Rp 650.000/bulan serta pembebasan biaya SPP. Beasiswa disalurkan ke penerima melalui Bank BRI.

Sementara Salah satu mahasiswi Unram asal KLU, Raifatul mengaku bersyukur dengan bantuan yang diterima. Sebab bantuan yang diberikan ini membantu biaya perkuliahan.

“Alhamdulillah semoga beasiswa membantu meringankan penderitaan akibat gempa bumi, “ harapnya. (adi)